Postingan

Puisi: Perasaan Seni (Karya J. E. Tatengkeng)

Perasaan Seni Bagaikan banjir gulung-gemulung, Bagaikan topan seruh-menderuh,     Demikian Rasa     Datang semasa, Mengalir, menimbun, me…

Puisi: Ayah Si Perupa Ulung (Karya Nur Kholipah)

Ayah Si Perupa Ulung Ayah seniman ulung Ia lukis harapan Kuasnya diisi cucuran keringat Kerutan merias wajah semringah Rupa doa tergambar damai Di so…

Puisi: Kepada N. (Karya Adhitya Wanda Pratama)

Kepada N. Wajahmu sebening kembang Wiku Di sudut taman kota yang sendu Bermekar pada pagi berembun, Bolehkah aku datang mengayun? Tingkahmu seanggun …

Puisi: Hujan yang Dinanti (Karya Nur Kholipah)

Hujan yang Dinanti Awan gelap itu, bergulir Memenuhi angkasa Menutup surya Membuka harapan pada bumi yang lama tak disapa Awan gelap itu, memecah dir…

Puisi: Dekap Tanpa Syarat (Karya Mega Septiani)

Dekap Tanpa Syarat Gumpalan kata, mengkristal di tenggorokan Tercekik udara, tuk sekadar ucap 'sayang' Lidah kelu, nyaris terbujur kaku Gemur…

Puisi: Mimpi yang Belum Usai (Karya Novita Arief Hidayati)

Mimpi yang Belum Usai Subuh runtuh menimpa mimpimu yang belum utuh  Mimpimu tumpah direnggut langit kuning mentega Daun-daun mengembun hantarkan faja…

Puisi: Suara Tabah (Karya Mega Septiani)

Suara Tabah Dari buaian jemarimu pecah, aku dikubur berteman sumpah serapah. Padahal akulah nafas pertama kau asuh, garis peluhmu menadah anugerah ja…

Puisi: Malioboro 1999 (Karya Rhey Fandra Yoga Simbolon)

Malioboro 1999 Pagi ini, aku duduk di kursi Malioboro sambil menulis Menikmati terbitnya sang surya dari timur dengan cahaya kirana Dengan mata merah…

Puisi: Ritus Baka (Karya Mega Septiani)

Ritus Baka Kurapal mantra di lipatan malam Tiga kali syahdu, tujuh kali pengulangan Melingkar benang di ujung jari Bakar dupa, di tiap pengasingan Ik…
© Sepenuhnya. All rights reserved.