Postingan

Puisi: Kehidupan (Karya AEF Sanusi)

Kehidupan (1) Dari perjalanan estafet Apa yang akan ditaklukkan lagi setelah hawa napsu Kehidupan (2) Keluarnya dari air setelah ber-evolusi ke darat…

Puisi: Lewat Sebuah Jendela Kamar (Karya Husnul Khuluqi)

Lewat Sebuah Jendela Kamar lewat sebuah jendela kamar kusaksikan dunia luar terbakar pohonan mati, hutan jadi lautan api tak ada embun, tak ada rerum…

Puisi: Derau Rindu (Karya Ita Dian Novita)

Derau Rindu dalam ceruk kemarau rinduku berderau di dermaga melabuhkan kapal kapal tanpa nahkoda tali tali waktu telah ditambatkan hanya kebekuan yan…

Puisi: Onggok (Karya Mardi Luhung)

Onggok "Seperti priyayi, bayar aku dengan kopi dan beras, lalu aku dan kau bisa saling tukar-tubuh," "Kau pasti bukan Jawa, bukan Madu…

Puisi: Di Pemakaman (Karya Cecep Syamsul Hari)

Di Pemakaman Ciseah tengah hari. Di tempatku berdiri, sungai itu mengingatkanku pada koridor rumah sakit. Putih dan dingin. Daun-daun jagung keras da…

Puisi: Prometheus (Karya Aslan Abidin)

Prometheus (buat seorang perempuan asing yang kuantar ke pelabuhan semata karena selama beberapa hari bersama kami menjalin affair tak  menjanjikan) …

Puisi: Langgam Banten (Karya Husnul Khuluqi)

Langgam Banten di manakah mesti kuukir namamu di siang segerah ini, aku sasar di bawah hitam bayang matahari aku telah kehilangan sepasang jejak kaki…

Puisi: Kau (Karya Ita Dian Novita)

Kau kau adalah air yang tak tergenggam jemari rinduku kau adalah api yang sesaat memberubuh dan seketika lenyap dibilas gelombang kau adalah angin ya…

Puisi: Perempuan dalam Kertas Suara (Karya Husnul Khuluqi)

Perempuan dalam Kertas Suara engkau mulai gemar bernyanyi. engkau juga rajin berkhutbah. suaramu tumpang tindih dengan kosa kata yang tidak pada temp…
© Sepenuhnya. All rights reserved.