Puisi: Kontempelasi Satu (Karya Nurhayat Arif Permana) Kontempelasi Satu Mari bernyanyi bagi padang terbuka dan rumput sabana, adinda Bayangkan bagaimana nurani menyerapnya dan menempel di kanvas sang bat…
Puisi: Kampung di Atas Bukit (Karya Husnul Khuluqi) Kampung di Atas Bukit rumah-rumah kayu menghadap utara menghadap barisan hutan yang panjang membentang dari barat ke timur jauh di bawahnya di pinggi…
Puisi: Lagu Tanpa Intro (Karya Widodo Arumdono) Lagu Tanpa Intro memandangmu dari jauh memandang bukit-bukit keluh warna-warna swara rindu mengadu o, kau tak tahu? kotaku rompang dari derakan Cinta…
Puisi: Seorang Ibu Menangis (Karya Wowok Hesti Prabowo) Seorang Ibu Menangis Seorang ibu mimpi anaknya tak kembali. Ia menangis Seorang ibu mimpi anaknya kembali. Ia menangis Hatinya salju. Ia bakar setage…
Puisi: Panorama Cikini di Suatu Malam (Karya Widodo Arumdono) Panorama Cikini di Suatu Malam (Di depan taman seni berjajar warung kopi) "Hendak kau apakan lagi malam yang telah larut ini, Emilia? Aku pernah…
Puisi: Senandung Tanah Impian (Karya Syaukani Al Karim) Senandung Tanah Impian Aku terkenang mimpi-mimpimu tentang istana kecil dengan taman bunga yang indah di sudut tanjung kampung halaman kita. "It…
Puisi: Sore Hari Berjalan Menuju Laut (Karya Nurhayat Arif Permana) Sore Hari Berjalan Menuju Laut sore hari berjalan menuju laut kau pandang matahari agak condong kemerahan kilaunya kau bernyanyi sepanjang pantai men…
Puisi: Di Lautan Waktu (Karya Sondri BS) Di Lautan Waktu Negeri-negeri yang terkubur dalam mimpiku, dengan selaksa kabut yang tak henti menimbun permukaan daratan dan lautan mengamuk di sana…
Puisi: Potret Kita (Karya Widodo Arumdono) Potret Kita dua bintang berpaling menggigit ujung sembilu hujan rawan melukis dua lautan hati : tak juga mengarami api rindu dendam. Jakarta, 1999 Su…