Postingan

Puisi: Hingga Bergetah Ruh ini (Karya Abdul Wachid B. S.)

Hingga Bergetah Ruh ini selalu saja diammu memanggil-manggilku dengan isyarat menerka-nerka aku dalam lugu hingga rindu menengadah sekarat…

Puisi: Kematian (Karya Ariffin Noor Hasby)

Puisi Kematian tiga orang masa lalu bersimpuh membaca puisi kematiannya di depan batu-batu nisan yang bertepuk tangan mendengarkannya di depan cermin…

Puisi: Doa Pencinta (Karya Abdul Wachid B. S.)

Doa Pencinta ya Allah kemiskinan ada di sekitar saya tetapi mengapa sajak-sajakku hanya berkisah tentang cinta Mu saja? Yogyakarta, 15 …

Puisi: Seorang Lelaki Mencari Tuhan (Karya Ariffin Noor Hasby)

Seorang Lelaki Mencari Tuhan seorang lelaki mencari tuhan dalam dirinya tapi belum ditemukannya hidup yang lebih baik di sini maka kusiapkan piring d…

Puisi: Sekali Pandang (Karya Abdul Wachid B. S.)

Sekali Pandang gadis yang dulu di senja berjumpa menunggu giliran berwudlu di sebuah surau kecil itu pandang mata beradu udara gagu …

Puisi: Renungan-Renungan Metafisik (Karya YS Agus Suseno)

Renungan-Renungan Metafisik Aku menunda bunuh diri manakala kesempatan itu tiba Sebab apakah namanya kebebasan yang tidak membebaskan? Kecuali desir …

Puisi: Kendi (Karya Abdul Wachid B. S.)

Kendi Bagaikan kendi yang senantiasa kau isi dengan cinta dan pengetahuan aku tiada terasa selalu ngucurkan airmata duka dan nestapa …

Puisi: Kepada Tanah Air Tercinta (Karya YS Agus Suseno)

Kepada Tanah Air Tercinta Yang hidup dari jalanan Adalah kami pedagang asongan Yang hidup dari ladang Adalah kami petani upahan Kami yang tak nyenyak…

Puisi: Dia Datang dari Datang (Karya Abdul Wachid B. S.)

Dia Datang dari Datang dia datang dari datang yang tak harap dan pengharapan lekat lewat mimpi fajar ngurai kekaguman pagi matahari ny…
© Sepenuhnya. All rights reserved.