Postingan

Puisi: Aku Tidak Melihatmu (Karya Handrawan Nadesul)

Aku Tidak Melihatmu Pada Ingar-Bingar Kehidupanku Wahai riuh semesta sukmaku Sudahkah tegar langkah ziarahku Mulai belajar meninggalkanmu Mencari ara…

Puisi: Singer (Karya Agus R. Sarjono)

Singer Seorang lelaki berkutat bebaskan budak dalam diri, menulis musuh dalam kisah cinta sejati. Tapi …

Puisi: Klenteng Tjo Soe Kong (Karya Rini Intama)

Klenteng Tjo Soe Kong Ada sebuah pintu dari masa lalu di kampung Tanjung kait Enam tiang berwarna merah, patung naga dan burung hong di atas atap Sep…

Puisi: Hati Jogja (Karya Joko Pinurbo)

Hati Jogja Dalam secangkir teh ada hati Jogja yang lembut meleleh. Dalam secangkir kopi ada hati Jogja yang alon-alon waton hepi. Dalam …

Puisi: Sajak Cinta untuk Berdua (Karya Yudhistira A.N.M. Massardi)

Sajak Cinta untuk Berdua Anak-anakku Taya dan Eggy Cinta itu datang kepada kita bersama Allah Maka di sana tersembunyi sebagian dari rahasia-…

Puisi: Tanda Seru (Karya Joko Pinurbo)

Tanda Seru Seorang penulis duduk termenung di jendela, menunggu peristiwa kecil yang bisa menghibur hatinya. Matanya berbinar melihat seora…

Puisi: Polar Express (Karya Abinaya Ghina Jamela)

Polar Express Tut-tut!!! suara kereta api seperti kentut, aku terbangun, aku memakai jaket bolongku, aku melihat keluar ada kereta api sepanjang pens…

Puisi: Sungguhlah Besar Menggelombang Rinduku (Karya Handrawan Nadesul)

Sungguhlah Besar Menggelombang Rinduku Membelah Hidupku Berapakah lagi syairku di rindumu hingga tak selesai tidurku melepas tanganmu Berapakah lagi …

Puisi: Gadis yang Trauma (Karya Hanin Munzaroh)

Gadis yang Trauma Di bawah garis cakrawala Di sebelah barat Cahaya indah swastamita Cahaya silau nan aesthetic Seperti pelukan yang menghangatkan Nam…
© Sepenuhnya. All rights reserved.