Postingan

Puisi: Membalas Doa (Karya Ali Syamsudin Arsi)

Membalas Doa -satu episode Raden Pangenten sementara ada suara dari tetangga bila memandang wajahnya membius sampai nafsu di ubun-ubun membuncah kelu…

Puisi: Pencaharian (Karya YS Agus Suseno)

Pencaharian menjaring ombak mencari diri dalam ketiadaan yang sangsai diri kehilangan rupa rupa terjaring wajah tumpat kebusukan kisah dari perjalana…

Puisi: Sebelum Riak Menjadi Ombak (Karya John FS. Pane)

Sebelum Riak Menjadi Ombak Di ujung lidah kata-kata memikat cinta Di titik mata cahaya mengikat bayang Seperti aroma hujan yang memantulkan sekejap r…

Puisi: Rumah di Atas Cinta (Karya Ariffin Noor Hasby)

Rumah di Atas Cinta Rumah di atas cinta alangkah indah, ya Allah anak-anak kesetiaan bermain dengan Bismillah di dalam keteduhan-Nya Rumah di atas ci…

Puisi: Purnama Terkepung Mendung (Karya Ali Syamsudin Arsi)

Purnama Terkepung Mendung tahun-tahun sulit bahkan teramat sulit purnama hadir dalam pencerahan musim panjang berliku berkelok mendung tak dapat dipe…

Puisi: Dari Mata Sunyi Seorang Lelaki (Karya YS Agus Suseno)

Dari Mata Sunyi Seorang Lelaki Dari mata sunyi seorang lelaki Terbaca sebuah dunia yang karam dalam kepedihan Tepekur di keteduhan pesisir hutan baka…

Puisi: Hikayat Sebuah Jukung (Karya John FS. Pane)

Hikayat Sebuah Jukung ia berlabuh sendiri semenjak subuh membasuh wajah ke hilir arah dipandang, ke dingin muara arah dituju peta dan segala petunjuk…

Puisi: Setelah Badai Reda (Karya Elisa Dewi Kristina Marpaung)

Setelah Badai Reda Tahun 2022 lalu aku merasa dunia akan runtuh, saat genggaman jarimu yang tak lagi bisa kugenggam. Namun waktu adalah penyembuh yan…

Puisi: Bila Suatu Hari Nanti (Karya Handrawan Nadesul)

Bila Suatu Hari Nanti Aku Tak Dapat Lagi Melakukannya Sendiri Bila suatu hari nanti aku tidak dapat lagi melakukannya sendiri, sekiranya kamu sempat,…
© Sepenuhnya. All rights reserved.