Puisi: Sungai di Kalimantan (Karya Ali Syamsudin Arsi) Sungai di Kalimantan wahai sungai, mengalirlah sebagaimana kalian mengalir sejak lama seperti yang aku pahami dalam kekinian dan pengertianku sendiri…
Puisi: Di Kedalaman Laut (Karya John FS. Pane) Di Kedalaman Laut di balik karang di kedalaman laut telah tumbuh benih percintaan ikan-ikan menyempurnakan malam segala musim di bawah payung gelomba…
Puisi: Aku Melihat Mesjid Berangkat Tua (Karya Ariffin Noor Hasby) Aku Melihat Mesjid Berangkat Tua Aku melihat masjid berangkat tua seperti diriku di menaranya beribu suara adzan memanggil gedung-gedung pencakar lan…
Puisi: Menyimak Gerak Udara (Karya Ali Syamsudin Arsi) Menyimak Gerak Udara -sebagai korban, engkau kembali selintas udara lepas bertaburan kata-kata udara semakin terbuka karenanya adakah rindu atas semu…
Puisi: Pagi di Rumah Si Pitung (Karya Hinarto) Pagi di Rumah Si Pitung Pagi merayap pelan di serambi kayu, embun menggantung di ujung waktu, di rumah Si Pitung, sunyi tak pernah benar-benar diam i…
Puisi: Orang-Orang Tambilahan (Karya Ali Syamsudin Arsi) Orang-Orang Tambilahan (tentu saja kita boleh bermimpi) redup bola matamu, kita tentu saja bukan menjarah saudara sendiri turun kakiku dari anak tang…
Puisi: Tak Semua Sempurna (Karya John FS. Pane) Tak Semua Sempurna di kaku isyarat tubuhmu waktu terasa begitu panjang dan hidup ternyata bukan hanya sebuah lintasan yang berakhir pada ujung yang s…
Puisi: Tiba-Tiba Malam (Karya Ariffin Noor Hasby) Tiba-Tiba Malam Tiba-tiba malam membuka halaman-halaman hati: ada sederet rumah dan lampu-lampu menyalakan sejarah. Ada bulan paling purnama menganta…
Puisi: Kereta Panjang Kalimantan (Karya Ali Syamsudin Arsi) Kereta Panjang Kalimantan Bunyi kereta itu mulai terdengar, datang dari tempat yang jauh, jauh sekali, bahkan senyap di gumpalan embun; kita nikmati …