Postingan

Puisi: Kunang-Kunang (Karya Gunoto Saparie)

Kunang- K unang ada ribuan kunang-kunang di kegelapan di tepi sungai, di rerimbunan pohon bambu ditingkah sua…

Puisi: Jebakan Kata Hampa (Karya Amanda Amalia Putri)

Jebakan Kata Hampa di atas jam 10 malam, semua kesalahan, penyesalan menumpuk menjadi satu halaman terlalu liar berimajinasi sampai menciptakan skena…

Puisi: Batu-Batu Lumat Tercabik (Karya Herry Lamongan)

Batu-Batu Lumat Tercabik sewaktu orang-orang bicara itu tak kausapa sewaktu kian lincah martilmu memecah batu-batu bukan jalanku lagi yang membentang…

Puisi: Gemak (Karya Piek Ardijanto Soeprijadi)

Gemak gemak segenggam siburung puyuh lari cepat di tanah-tanah yang betina amat kukuh berlaga betapa betah gemak yang segan terbang jangan pergi ke l…

Puisi: Jam Malam untuk Pengkhayal (Karya Amanda Amalia Putri)

Jam Malam untuk Pengkhayal pergi sebagai manusia, pulang sebagai beban mengakui kengerian atas ketidaktahuan yang baru saja lewat di jam malam mengur…

Puisi: Warna Sakit yang Hilang (Karya Herry Lamongan)

Warna Sakit yang Hilang apalagi yang mesti dirundingkan di sini setelah semua warna sakit dan para pembahasnya digiring ke pojok engkau masukkan ke p…

Puisi: Pagi di Kampung Halaman (Karya Gunoto Saparie)

Pagi di Kampung Halaman (1) pagi pun lembab di desa kampung halaman yang dingin cahaya matahari belum ada berselimut awan dan hujan namun kehidupan p…

Puisi: Si Buta (Karya Wiji Thukul)

Puisi Si Buta semenjak pagi bangun mataku terbuka sibuk menyiapkan mimpi semenjak matahari bangkit sampai hari ini hidupku tidur dan menguap dan bang…

Puisi: Jalan Sendiri (Karya Remy Sylado)

Jalan Sendiri Aku ingin tersesat di jalan yang berulang kulalui sendiri sejak usia teruna siapa nyana datang kereta penjemput membawa atma…
© Sepenuhnya. All rights reserved.