Postingan

Puisi: Siut Uwir Uwir Rimba Sore Hari (Karya Upita Agustine)

Siut Uwir Uwir Rimba Sore Hari Siut uwir uwir rimba sore hari Tak terdengar lagi Pulanglah nak sayang Jenjang rumah lah berlumut Sakek di…

Puisi: Romansa (Karya Rita Oetoro)

Romansa yang tersurat dan yang tersirat — kadangkala membuat kita tertawa dan menangis pada saat yang sama, bukan? biar, biarkan mereka mengatakan ki…

Puisi: Elegi Kota (Karya Hijaz Yamani)

Elegi Kota Kotaku yang tak pernah lagi tidur malam-malam selalu menerima nasib orang-orang di sepanjang jalan dalam alur yang deras Orang-orang pun m…

Puisi: Rocca Paolina (Karya Acep Zamzam Noor)

Rocca Paolina Sebuah lorong gelap Dengan ruang-ruang berceruk Dinding kasar dan tangga-tangga Yang berkelok…

Puisi: Ibadah Separoh Usia (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Ibadah Separoh Usia Kalimat-kalimat yang kau ucapkan berguguran dalam shadatku. inilah kidung yang digumamkan! Berapa putaran dalam semb…

Puisi: Kapal Keheningan (Karya Leon Agusta)

Kapal Keheningan : HBD hanya ia yang tahu, ia yang mengalami nyeri pecutan cambuk gelombang pedang topan jurus bersilang merob…

Puisi: Di Seberang Suara (Karya Upita Agustine)

Di Seberang Suara (kepada DYD Hitam Sultan Alam Bagagar Syah) Kain cindai selempangmu Bewarna tanah bunga kecubung Melambai hidupk…

Puisi: Fontana Maggiore (Karya Acep Zamzam Noor)

Fontana Maggiore Tiba-tiba tubuhmu penuh hujan Seperti patung di tengah air mancur itu Dan waktu menjadi pohon yang ditinggalkan daun-daun …

Puisi: Lanskap (Karya Bambang J. Prasetya)

Lanskap Di pelabuhan kecil Remang bulan sepotong Mengasingkan kebebasan kelelawar menggambar langit membendung janji Laut mati Malam berkarat Ikan-ik…
© Sepenuhnya. All rights reserved.