Puisi: Kubakar Cintaku (Karya Emha Ainun Nadjib) Kubakar Cintaku Kubakar cintaku Dalam hening nafas-Mu Perlahan lagu menyayat Nasibku yang penat Kubakar cintaku Dalam sampai sunyi-Mu Agar lindap, ag…
Puisi: Gunung Agung (Karya Rusli A. Malem) Gunung Agung Berikan aku asap dupa Sajen dan bunga mawar Patung buah dada Di mana Siwa mementil-mentil putingnya Berikan aku bau dan harum-haruman Ra…
Puisi: Piala (Karya Bakdi Soemanto) Piala Sebuah piala darah dan anggur di atas meja kehidupan. Korban terbantai di jelaga kehidupan. Tak ada nama bisa …
Puisi: Siut Uwir Uwir Rimba Sore Hari (Karya Upita Agustine) Siut Uwir Uwir Rimba Sore Hari Siut uwir uwir rimba sore hari Tak terdengar lagi Pulanglah nak sayang Jenjang rumah lah berlumut Sakek di…
Puisi: Romansa (Karya Rita Oetoro) Romansa yang tersurat dan yang tersirat — kadangkala membuat kita tertawa dan menangis pada saat yang sama, bukan? biar, biarkan mereka mengatakan ki…
Puisi: Elegi Kota (Karya Hijaz Yamani) Elegi Kota Kotaku yang tak pernah lagi tidur malam-malam selalu menerima nasib orang-orang di sepanjang jalan dalam alur yang deras Orang-orang pun m…
Puisi: Rocca Paolina (Karya Acep Zamzam Noor) Rocca Paolina Sebuah lorong gelap Dengan ruang-ruang berceruk Dinding kasar dan tangga-tangga Yang berkelok…
Puisi: Ibadah Separoh Usia (Karya Dorothea Rosa Herliany) Ibadah Separoh Usia Kalimat-kalimat yang kau ucapkan berguguran dalam shadatku. inilah kidung yang digumamkan! Berapa putaran dalam semb…
Puisi: Kapal Keheningan (Karya Leon Agusta) Kapal Keheningan : HBD hanya ia yang tahu, ia yang mengalami nyeri pecutan cambuk gelombang pedang topan jurus bersilang merob…