Postingan

Menebus Jarak 15 Tahun: Pelukan Hangat yang Sempat Tertunda

Masa kecil sering kali menjadi ruang tempat kita menyimpan ingatan-ingatan paling jujur sekaligus paling penuh sesal. Yang kemudian ada dalam ingatan…

Puisi: Tak Bisa Kulupakan (Karya W.S. Rendra)

Tak Bisa Kulupakan Tak bisa kulupakan hutan, tak bisa kulupakan sedapnya daun gugur, lembutnya lumut cendawan. Tak bisa kulupakan hutan, tak …

Puisi: Tuhanku Apatah Kekal? (Karya Amir Hamzah)

Tuhanku Apatah Kekal? Tuhanku, suka dan ria Gelak dan senyum Tepuk dan lari Semua lenyap, silam sekali. Gelak bertukaran duka Suka be…

Puisi: Gugur (Karya W.S. Rendra)

Gugur Ia merangkak di atas bumi yang dicintainya. Tiada kuasa lagi menegak. Telah ia lepaskan dengan gemilang pelor terakhir dari bediln…

Puisi: Episode (Karya W.S. Rendra)

Episode Kami duduk berdua di bangku halaman rumahnya. Pohon jambu di halaman itu berbuah dengan lebatnya dan kami senang mema…

Puisi: Di Tepi Pantai (Karya Amir Hamzah)

Di Tepi Pantai Ombak berderai di tepi pantai,  Angin berembus lemah lembut. Puncak kelapa melambai-lambai, Di ruang angkasa awan bertabut. Burung t…

Puisi: Kapak (Karya Sutardji Calzoum Bachri)

Kapak semua orang membawa kapak semua orang bergerak pergi menuju langit semua orang bersiap siap nekad kalau tak …

Puisi: Ketika Engkau Bersembahyang (Karya Emha Ainun Nadjib)

Ketika Engkau Bersembahyang Ketika engkau bersembahyang Oleh takbirmu pintu langit terkuakkan Partikel udara dan ruang hampa bergetar Bersama-sama me…

Puisi: Negara Bangun (Karya Walujati)

Negara Bangun (1) Bagai kesuma putih, tersebar wangi atas lautan daun hijau, Jauh tercium harumnya, dibawa pergi angin yang lalu, terserak t…
© Sepenuhnya. All rights reserved.