loading...

Saat Matahari Menghitam

Aku masih di bawah pohon waru
menunggu angin gugurkan kelopak bunga
bercakap dengan cuaca simpan cahaya
bercakap dengan musim simpan rajah kala
bercakap dengan masa lalu simpan bebatu.

Ada erang dalam orang tanpa masa depan
mimpinya cabik direntang di awang-awang
sementara matahari mulai menghitam.

Aku masih di bawah pohon waru
menulisi nisan waktu dengan aksaraku
matahari kian menghitam
di tabir uap darah anyir sepanjang pesisir
darah para martir.

Bogor
September, 2002
"Puisi: Saat Matahari Menghitam (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Saat Matahari Menghitam
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top