loading...

Ada yang Bernyanyi

And of course there must be something wrong
In wanting to silence any song.
(Robert Frost)

Ada yang bernyanyi. Ada
yang tidak bernyanyi. Ada
seekor burung. Dan tak ada burung.
Kausiasati pohon itu ketika duduk
di beranda depan rumahmu.
Menarik nafas dalam-dalam, menghembuskannya
kembali pelahan-lahan, kaucoba menyingkirkan
kenangan: sebuah tempat tidur
yang sia-sia. Hanya dengkur.
Kaudengar ada yang bernyanyi,
kaudengar ada yang tak bernyanyi –
siapakah yang tak lagi duduk
di sebelahmu, yang mengibaskan waktu
ketika kau sadari tak ada lagi
yang masih menunggu?

Mungkin nyanyian adalah sekedar sayap
yang membawa kita terbang;
tapi ketika tak ada yang bernyanyi
kau pun menyusup dalam-dalam ke langit
mencari jejak sayap yang tak berbulu lagi.
Kau telah bangkit dari sebuah tempat tidur
yang sejak lama tak mendengar
bisik-bisik itu lagi.

Ada yang bernyanyi, mengejek rambutmu
yang kacau. Ada yang tidak bernyanyi,
tidak mengejek apa pun, juga kenangan
akan tempat tidur yang kusut,
yang tidak lagi hendak menyimpan apa pun
kecuali nyanyian burung yang meluap
setiap kali kaubuka jendela
setiap pagi. Dan tak ada yang bernyanyi.

Ada yang bernyanyi. Ada
yang tak bernyanyi. Ada yang bergerak
di pohon itu: mungkin sebuah nyanyian,
mungkin bukan sebuah nyanyian –
hanya semacam kenangan
yang mengibaskan waktu. Ada
yang bernyanyi. Ada yang tidak bernyanyi.
Ada nyanyian yang hendak kauusir
dari pohon itu pada suatu pagi.
Barangkali.

"Puisi: Ada yang Bernyanyi (Karya Sapardi Djoko Damono)"
Puisi: Ada yang Bernyanyi
Karya: Sapardi Djoko Damono

Post a Comment

loading...
 
Top