1985

Puisi: Doa Pisau (Karya Nirwan Dewanto)

Doa Pisau Kubayangkan kebahagiaan sederhana Seperti sayuran dalam keranjang Atau buah-buahan di atas meja makan Tapi tangan yang senantiasa menerkamk…

Puisi: Di Bukit (Karya Mansur Samin)

Di Bukit berdiri di puncak karang tinggi menutup rumah yang sudah runtuh susunan tambah sukar kiranya kini hidup manusia telah …

Puisi: Sedekah (Karya L.K. Ara)

Sedekah Tujuh puluh bencana Mengarah pada kita Bagai mana menolaknya Tujuh puluh sakit Mendera kita Bagaimana menyembuhkannya Tuj…

Puisi: Kelambu dan Lampu Sentir (Karya Anjani Kanastren)

Kelambu dan Lampu Sentir Lemari tua itu, masih ada di pojok ruang Dulu waktu kecil Aku senang sembunyi di belakangnya Ruangan itu masih …

Puisi: Kidung di Kala Sedih (Karya Wiji Thukul)

Kidung di Kala Sedih sebab harga diri tak bisa dibeli biarkan nilai-nilai yang meragukanmu jadi sampah bakar dan pergi pasang telinga nyalangkan juga…

Puisi: Hijrah (Karya Emha Ainun Nadjib)

Hijrah mimpiku pawai burung tanpa sayap terbang ke surga mimpiku mata rabun nyangkut di langit hampa insyaallah angan-angan ini disetujui oleh para n…

Puisi: Gadis Kita (Karya Afrizal Malna)

Gadis Kita O gadisku ke mana gadisku. Kau telah pergi ke kota lipstik gadisku. Kau pergi ke kota parfum gadisku. Aku silau tubuhmu kemilau neon …

Puisi: Ritus Jalan Raya (Karya Soni Farid Maulana)

Ritus Jalan Raya Waktu bagai embun (bagai curahan air hujan) bergulir Di tangkai daun, Adakah kaudengar seekor burung bernyanyi di ranting hatiku? Su…

Puisi: Pak Guru Acil (Karya Saini KM)

Pak Guru Acil Bagai pohon ranggas pada usia dua delapan Guru Acil tegar berdiri di depan kelas. Dengan sabuknya ia kendalikan pe…

Puisi: Topeng (Karya Sapardi Djoko Damono)

Topeng (1) ( untuk Danarto ) Ia gemar membuat topeng. Dikupasnya wajahnya sendiri satu demi satu dan digantungkannya di dinding. "Aku …

Puisi: Lelucon Abu-Abu (Karya Radhar Panca Dahana)

Lelucon Abu-Abu terdengar diketuk itu pintu tak juga kubuka, walau kutahu di luar, Kau sabar menunggu. 1985 Sumber:  Lalu Waktu (1994) Analisis Puisi…

Puisi: Tuhanku (Karya Rayani Sriwidodo)

Tuhanku Tuhanku tiap trenyuh atau termangu Kaulah kambing hitam - kambing putihku di sela gua-gua buntu Kau usapkan setangan ketabahan tangis katarsi…

Puisi: Sajakku, Cinta (Karya Radhar Panca Dahana)

Sajakku, Cinta : rianti jika sungai ini cairan waktu cinta kanyut di dalamnya, hanya, lebih panjang jarak alirnya lebih luar batas tepinya lebih dera…

Puisi: Di Gelas (Karya Lazuardi Adi Sage)

Catatan Di Gelas sembunyi di gelas memandang jakarta yang muntah busa-busa mabuk membusuk di gelas berjuta stimulasi memanggil-manggil "hallo sa…
© Sepenuhnya. All rights reserved.