Puisi: Seorang Penyair Baca Sajak (Karya Soekoso DM) Seorang Penyair Baca Sajak di bawah lampu temaram di batas ungu zaman ia teriakkan tangis berbalut nyanyian : cintaku padamu langit perak! tapi sekit…
Puisi: Nina Bobo (Karya Acep Zamzam Noor) Nina Bobo Selokan itu mengalirkan bangkai anjing Pada mataku. Tapi bibirmu mendesiskan bunga-bunga Kuminum kuntum demi kuntum karena tak tahu siapa M…
Puisi: UPA (Karya Bakdi Soemanto) UPA pamit ke USA Tiba-tiba Mas Sarsadi merasa dirinya Sebutir nasi: Upa sebutannya Aku ini upa Aku ini upa Aku tak tak…
Puisi: Seorang Lelaki Kelana di Dunia Batin (Karya Wiji Thukul) Seorang Lelaki Kelana di Dunia Batin seorang lelaki kelana di dunia batin sudah akrab dengan gelap yang menuntun ke pusat cahaya hanya kepadanya ia a…
Puisi: Nyanyian Kebangkitan (Karya Ahmadun Yosi Herfanda) Nyanyian Kebangkitan Hanya kau yang kupilih, kemerdekaan Di antara pahit-manisnya isi dunia Akankah kau biark…
Puisi: Kata Burung (Karya Rayani Sriwidodo) Kata Burung Sayalah si terbang bebas di angkasa untuk temukan diri terikat gravitasi sementara yang berpijak yang tak kunjung maklum masih saja ingin…
Puisi: Fajar Merayap Perlahan (Karya Acep Zamzam Noor) Fajar Merayap Perlahan Telah kureguk anggur dari cawan kenangan Kuhitung dentang jam dalam penantian panjang Siapakah yang datang? Langit tinggal ker…
Puisi: Birahi (Karya Landung Simatupang) Birahi Dengan tulus jiwa raga lelaki itu menyimakmu Gaun merah jambu, Eva, membungkus tubuhmu Lelaki itu mabuk memelukmu yang makin merah jambu setel…
Puisi: Doa Pisau (Karya Nirwan Dewanto) Doa Pisau Kubayangkan kebahagiaan sederhana Seperti sayuran dalam keranjang Atau buah-buahan di atas meja makan Tapi tangan yang senantiasa menerkamk…
Puisi: Di Bukit (Karya Mansur Samin) Di Bukit berdiri di puncak karang tinggi menutup rumah yang sudah runtuh susunan tambah sukar kiranya kini hidup manusia telah …
Puisi: Sedekah (Karya L.K. Ara) Sedekah Tujuh puluh bencana Mengarah pada kita Bagai mana menolaknya Tujuh puluh sakit Mendera kita Bagaimana menyembuhkannya Tuj…
Puisi: Kelambu dan Lampu Sentir (Karya Anjani Kanastren) Kelambu dan Lampu Sentir Lemari tua itu, masih ada di pojok ruang Dulu waktu kecil Aku senang sembunyi di belakangnya Ruangan itu masih …
Puisi: Kidung di Kala Sedih (Karya Wiji Thukul) Kidung di Kala Sedih sebab harga diri tak bisa dibeli biarkan nilai-nilai yang meragukanmu jadi sampah bakar dan pergi pasang telinga nyalangkan juga…
Puisi: Hijrah (Karya Emha Ainun Nadjib) Hijrah mimpiku pawai burung tanpa sayap terbang ke surga mimpiku mata rabun nyangkut di langit hampa insyaallah angan-angan ini disetujui oleh para n…