Puisi Aprinus Salam

Puisi: Suluk Cacing (Karya Aprinus Salam)

Suluk Cacing Entah siapa yang berkenan jadi cacing aku mau, dalam geliat tubuhku aku rupa yang bejat tak bermata dan bertelinga Telah …

Puisi: Mantra Hujan (Karya Aprinus Salam)

Mantra Hujan Butir rintik di langit, rapi berbaris Selaksa tetes Bersegera luruh Berenang di udara Hingga aku minum dirimu Mengalir ke…

Puisi: Mantra Air (Karya Aprinus Salam)

Mantra Air Dalam wujud tanpa bentuk, mengalirlah sepanjang hidup, mengalirlah kepada pinggir tak bertepi, mengalirlah kepada hujan, mengalirlah …

Puisi: Mantra Tubuh (Karya Aprinus Salam)

Mantra Tubuh Tulang dan darah Bersegeralah engkau Karena cinta yang selalu Hati dan jantung Bersemilah engkau Karena cinta yang deru…

Puisi: Mantra Cinta (Karya Aprinus Salam)

Mantra Cinta Kekasih, kau tahu Semua untuk engkau Engkau untuk semua Tak ada penolakan Tak ada penderitaan Tak ada penerimaan Tak ad…

Puisi: Suluk Ikan (Karya Aprinus Salam)

Suluk Ikan Jika aku berenang tak henti-henti Akan kemanakah sampai Jika laut dan air rumahku Saat itu pun telah ditentukan Di keteduha…

Puisi: Seorang Guru di Pelosok (Karya Aprinus Salam)

Seorang Guru di Pelosok Hidupku kecil, ruang gerakku kecil, sekolahku kecil, kelasku kecil, tubuhku kecil, muridku kecil-kecil, pada sebuah …

Puisi: Suluk Desa-Desa (Karya Aprinus Salam)

Suluk Desa-Desa Karena titahmu, aku lahir di malam hari Bersama tiang listrik, jalan, dan aspal Lampu-lampu membesar ketika aku belajar na…

Puisi: Mantra Sungai (Karya Aprinus Salam)

Mantra Sungai Dari hilir hatiku, hilir air Berenang bersama kayuh Telusuri keluk tubuh Bersampan ke sudut seduh Hingga ke batas aku …

Puisi: Mantra Mantan Demonstran (Karya Aprinus Salam)

Mantra Mantan Demonstran Kulawan kau setengah mati Di jalan-jalan, bercucur keringat dan darah Dan air mata Kota itu milikmu Desa itu …

Puisi: Suluk Batik (Karya Aprinus Salam)

Suluk Batik Warnaku cuma satu, kupecah sejumlah Hingga kabur mataku, lahir dirimu Garisku cuma satu Kupatah dan kubengkokkan Kembali k…

Puisi: Suluk Nyiur Melambai (Karya Aprinus Salam)

Suluk Nyiur Melambai Pohon-pohon lahir karena air, bersama daun berguguran ke tanah, dipoles matahari. Di mataku, pohon bertelur, bersama ra…

Puisi: Suluk Rumah (Karya Aprinus Salam)

Suluk Rumah Tanah kosong, dan kayu-kayu yang lelah Kau pernah di situ bersama atap dan paku Juga dinding-dinding yang terhapus Kemudian,…

Puisi: Suluk Sampan (Karya Aprinus Salam)

Suluk Sampan Aku ukir diriku hingga mengapung Bersama nyanyian biduk, aku bergegas hingga tepi airmu Tak kan ke mana pantai pergi Kare…

Puisi: Suluk Malam (Karya Aprinus Salam)

Suluk Malam Keremangan apa yang menghisap sore Ketika suara burung tiba-tiba terdiam Menyelinap ke sangkarnya tergesa-gesa Suara apa yan…
© Sepenuhnya. All rights reserved.