Puisi Darmanto Jatman

Puisi: Garis Ungu pada Tapak-Tapak Kuda Itu (Karya Darmanto Jatman)

Garis Ungu pada Tapak-Tapak Kuda Itu seekor kuda berkejar-kejaran dengan matahari di padang-padang dan dunia pun menjadi hijau ketika matahari meleng…

Puisi: Bla Bla (Karya Darmanto Jatman)

Bla Bla kayak rayap orang-orang london ngerubung liang-liang subway pating kruntel madhumani, mombasa, guillermo, sontoloyo dan mereka terus…

Puisi: Apa yang Sesungguhnya Harus Kukatakan (Karya Darmanto Jatman)

Apa yang Sesungguhnya Harus Kukatakan Lewat jendela kamarku Aku menjengukmu "Adakah kau sehat-sehat saja Seperti waktu aku dulu meninggalkanmu?&…

Puisi: Jangan Biarkan Waktu Berlalu dan Sepi (Karya Darmanto Jatman)

Jangan Biarkan Waktu Berlalu dan Sepi waktu berjatuhan seperti daun sepi dan tanpa peristiwa dalam kami berjalan-jalan air menga…

Puisi: Coro Lu! Maki Chef Itu pada Sang Coro (Karya Darmanto Jatman)

Coro Lu! Maki Chef itu pada Sang Coro gee! ia am at mama mia restaurant now makan pizza bersama satu dua coro yang lain: — umar kayam, tu…

Puisi: Ini Terjadi Ketika Matahari Menggapai Sia-Sia (Karya Darmanto Jatman)

Ini Terjadi Ketika Matahari Menggapai Sia-Sia Di kebun kopi di Semarum Hujan menerjang dengan nekadnya Dan aku menggigil Putus asa.                 (…

Puisi: Sambel Bawang dan Terasi (Karya Darmanto Jatman)

Sambel Bawang dan Terasi Ngaisah Isah Isah: Sambel cocok betul untuk kita Pengganti lauk bagi kita yang tak …

Puisi: Hhaattssyyii!! (Karya Darmanto Jatman)

Hhaattssyyii!! ah kau, waktu, proses, musim puisi perkara menjadi tua – kita tak bisa apa-apa kecuali diam tunggu dan saksikan …

Puisi: Jeng (Karya Darmanto Jatman)

Jeng Jeng, hari ini sudah lebih dua puluh tahun aku menulis sajak sejak aku menulis Perahu Layar di Remaja Nasional Yogya, 28 Juli 1959:…
© Sepenuhnya. All rights reserved.