Puisi Ediruslan PE Amanriza

Puisi: Allah (Karya Ediruslan PE Amanriza)

Allah Dia yang sendiri menyebut sendiri namanya sendiri setiap hari dalam diri Dia yang sendiri menyebut sendiri namanya sendiri setiap hari…

Puisi: Ratap (Karya Ediruslan PE Amanriza)

Ratap (sebuah sajak yang tak pernah selesai) di laut manakah tenggelam seribu mimpiku di hutan manakah tersesat seribu hasratku di …

Puisi: Nyanyian Wangkang (Karya Ediruslan PE Amanriza)

Nyanyian Wangkang (1) Dalam suatu pelayaran dari utara Sebuah wangkang tersadai Dihempas badai Terkatung-katung berhari-hari Di p…

Puisi: Lampu (Karya Ediruslan PE Amanriza)

Lampu Lampu di bukit sendiri tikamkan cahayamu ke kelam laut tak bertepi Lampu di laut malam hari terkatung-katung cahayamu yang s…

Puisi: Malam di Teluk (Karya Ediruslan PE Amanriza)

Malam di Teluk bukit-bukit batu dan karang tumpuan angin selatan ada ladang-ladang cengkeh semakin tua di pinggangnya bunganya dipatah…

Puisi: Surat-Suratku kepada Gusti Nara (Karya Ediruslan PE Amanriza)

Surat-Suratku kepada Gusti Nara Masih ingatkah engkau surat pertama yang kukirim kepadamu. Di sehelai kertas kumal kutulis dengan pensi…

Puisi: Akan Berpisah Jua Kita Akhirnya, Jakarta (Karya Ediruslan PE Amanriza)

Akan Berpisah Jua Kita Akhirnya, Jakarta akan berpisah jua kita akhirnya, Jakarta dari negeri kami yang jauh kau terlihat semakin angkuh t…

Puisi: Sungai (Karya Ediruslan PE Amanriza)

Sungai yang hilir itukah surutmu yang sungsang itukah pasangmu yang hanyut itukah nasibku yang curam itukah tebingmu yang laju itukah arusmu…

Puisi: Hijrah (Karya Ediruslan PE Amanriza)

Hijrah Telah kusiapkan keletihan Akan sebuah perjalanan yang panjang Telah kusiapkan kelaparan Menghadap hari-hari yang garang Telah…

Puisi: Bukit Kawin (Karya Ediruslan PE Amanriza)

Bukit Kawin (Catatan harian seorang pemberontak) Pada lekukan tanah antara dua puncak gunung di kaki Bukit Kawin Ada kuburan tak bernama Di sebelahny…

Puisi: Sejarah Kami (Karya Ediruslan PE Amanriza)

Sejarah Kami Sejarah kami adalah dongeng nenek menjelang tidur Sejarah kami adalah kilatan pedang para lanum mengendap di teluk dan …

Puisi: Riau (Karya Ediruslan PE Amanriza)

Riau Di Riau Banjir jadi pantun sepanjang sungai Air menjilat lantai rumah kami Air padamkan api di tungku kami Air basahkan tikar Dan …
© Sepenuhnya. All rights reserved.