Puisi: Sejarah Kami (Karya Ediruslan PE Amanriza) Sejarah Kami Sejarah kami adalah dongeng nenek menjelang tidur Sejarah kami adalah kilatan pedang para lanum mengendap di teluk dan …
Puisi: Riau (Karya Ediruslan PE Amanriza) Riau Di Riau Banjir jadi pantun sepanjang sungai Air menjilat lantai rumah kami Air padamkan api di tungku kami Air basahkan tikar Dan …
Puisi: Kabut di Belantara Hutan Itu Berpendaran (Karya Ediruslan PE Amanriza) Kabut di Belantara Hutan Itu Berpendaran (I) Kabut di belantara hutan itu berpendaran Sunyi di belantara hutan itu kedinginan Ada sungai …
Puisi: Nyanyian Tanah Kelahiran (Karya Ediruslan PE Amanriza) Nyanyian Tanah Kelahiran Bom Bagan Di zaman sebelum perang Empat puluh empat anak tangganya Sayup mata memandang Berdiri di ujung keti…
Puisi: Tanda-Tanda Zaman (Karya Ediruslan PE Amanriza) Tanda-Tanda Zaman Aku mengajak kalian Membaca keadaan Dan memahami tanda-tanda zaman Di sini gelap dunia kita yang muram segenap yang bernama kebaika…
Puisi: Siapa (Karya Ediruslan PE Amanriza) Siapa Siapa bernyanyi di tepi telaga Menghitung hari dalam dendangnya Siapa tak pulang berbilang purnama Mengapa tak sebut dalam pantunnya Bukankah d…
Puisi: ? (Karya Ediruslan PE Amanriza) ? inikah saatnya tidurmu sepanjang malam akan menjadi lengang ladang-ladang mimpimu punah terbakar tinggal sehelai pelangi berjingkat di l…
Puisi: Sketsa (Karya Ediruslan PE Amanriza) Sketsa Tiga kupu-kupu kecil dengan debu di sayapnya menuliskan kerlap-kerlip riwayatnya ke dalam sajakku Sekor Tedung mendesis den…
Puisi: Surat-Suratku kepada Gusti Nara (Karya Ediruslan PE Amanriza) Surat-Suratku kepada Gusti Nara Masih ingatkah engkau surat pertama yang kukirim kepadamu. Di sehelai kertas kumal kutulis dengan pensi…
Puisi: Bukit Kawin (Karya Ediruslan PE Amanriza) Bukit Kawin (Catatan harian seorang pemberontak) Pada lekukan tanah antara dua puncak gunung di kaki Bukit Kawin Ada kuburan tak bernama Di sebelahny…
Puisi: Lampu (Karya Ediruslan PE Amanriza) Lampu Lampu di bukit sendiri tikamkan cahayamu ke kelam laut tak bertepi Lampu di laut malam hari terkatung-katung cahayamu yang s…
Puisi: Nyanyian Wangkang (Karya Ediruslan PE Amanriza) Nyanyian Wangkang (1) Dalam suatu pelayaran dari utara Sebuah wangkang tersadai Dihempas badai Terkatung-katung berhari-hari Di p…