Puisi Kangen

Puisi: Kangen (Karya Beno Siang Pamungkas)

Kangen (buat SM) Seperti angin tenggara, kangen ini datang begitu. Merontokkan kembang mangga, membuat bayi-bayi sawanan. Ber…

Puisi: Kangen (Karya Ook Nugroho)

Kangen Sore ini saya mengantar ayah ke dokter. Sebetulnya ayah sudah meninggal lebih tiga puluh tahun yang lalu, pada suatu Ahad pagi yang sedikit be…

Puisi: Perihal Kangen (Karya Djoko Saryono)

Perihal Kangen //1// Den, bila gerimis pergi: kau rasa ada tak lengkap lagi tanda kangen mengepung sanubari: riang bernyanyi-nyanyi dan kau menyebark…

Puisi: Aku Kangen (Karya W.S. Rendra)

Nota Bene: Aku Kangen Lunglai - ganas karena bahagia dan sedih, indah dan gigih cinta kita di dunia yang fana. Nyawamu dan nyawaku dijodohka…

Puisi: Untukmu (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Puisi Untukmu kangenku padamu, cintaku seperti bunga-bunga tembakau yang rekah sebelum tiba subuh cintaku padamu, kangenku seperti puc…

Puisi: Kangen (Karya Oka Rusmini)

Kangen teringat bapak Sekerat demi sekerat, lelaki itu melepas kulitku. Mengeluarkan isi kepalaku. Bintang gelap menancap di matanya. …

Puisi: Kangen Tiba-Tiba (Karya Asep S. Sambodja)

Sajak Kangen Tiba-Tiba aku tahu waktu akan terus berdetak menuju penanggalan yang bertanda lingkaran merah tapi kenapa kangen ini seperti tak sabar i…

Puisi: Kangen (Karya W.S. Rendra)

Kangen (1) Kau tak akan mengerti bagaimana kesepianku menghadapi kemerdekaan tanpa cinta kau tak akan mengerti segala lukaku kerna …

Puisi: Terkenang Kekasih (Karya A. Damhoeri)

Terkenang Kekasih Neng, kudengar lonceng berbunyi, Di tengah malam ketika sunyi; Dalam angkasa bunyi bergentar, Beta mendengar sayu gemetar. Mendengu…

Puisi: Sajak Kangen Menjelang Hujan (Karya Arif Bagus Prasetyo)

Sajak Kangen Menjelang Hujan Karena kangen, kasih, aku terbang memasuki bimasakti. Menembus tirai putih berkibasan bagai ihram. Bagai gaun p…

Puisi: Kangen Ibu (Karya Tjahjono Widarmanto)

Kangen Ibu (1) di tengah belukar baja, hutan beton yang merajam dada aku ingin kembali ke pelukanmu, ibu betapa perihnya mengenang …

Puisi: Mampus Aku Dikutuk Kangen (Karya Tjahjono Widarmanto)

Mampus Aku Dikutuk Kangen! kucoba kembali melacak lekuk-lekuk urat tubuhmu kulitmu pualam berkilau bersama sisa peluh saat lenguh meninggalkan dengus…
© Sepenuhnya. All rights reserved.