Puisi: Sehari Sebelum Hujan (Karya Mahwi Air Tawar) Sehari Sebelum Hujan semalam, sebelum lelaki itu berpamitan hujan turun menggenangi pelataran hatinya daun-daun basah, angin memintal reranting dan h…
Puisi: Isyarat (Karya Mahwi Air Tawar) Isyarat Patahan-patahan usia mengeras Pada sepetak ladang utang Pecahan kemarau membubung Seiring guruh musim kelabu Adalah ujung dari segala isyarat…
Puisi: Rantau (Karya Mahwi Air Tawar) Rantau Asin garam yang kau kirim Tak pernah sampai Tak pernah kucium Tahun-tahun menggores bening mataku Mencuatkan gelembung dari baling-baling Mema…
Puisi: Tanéyan (Karya Mahwi Air Tawar) Tanéyan Di ranjang pasirmu Aku terus meronta Waktu merangkak Menyeberangkan hidupku ke laut kelam Dari ranjang pasirmu Kudengar dengung panjang luruh…
Puisi: Metamorfosa (Karya Mahwi Air Tawar) Metamorfosa semenit, seusai perjamuan; ada yang merayap dari sudut retak dinding rumahmu, kau diam di sebalik pintu, terpaku saksikan pelepasan para …
Puisi: Pengantin Tandu (Karya Mahwi Air Tawar) Pengantin Tandu Lulurilah tubuh kami dengan serpihan batu kapurmu, kemenyan, dupa, bedak, ngengat keringat tak menyeruak ke balik kelambu pernikahan;…
Puisi: Syakban (Karya Mahwi Air Tawar) Syakban Suaramukah yang terus berdengung Dari pekarangan remang Runcing ayatmu memahat napasku Pada dinding retak kamarku? Masuklah, Masuklah ke dala…
Puisi: Tanah Garam (Karya Mahwi Air Tawar) Tanah Garam Ini jalan kutempuh berulang Antara tana merah, retakan kemarau Dan Madura terus mendesah Sambil menabur bulir-bulir garam Di selat pelabu…