Puisi: Pejuang (Karya Muhammad Lutfi) Pejuang Makan darah Menebas perih Menyebar maut Dan menerkam gelap. Solo, 8 November 2018 Analisis…
Puisi: Uap Batu Pinggir Kali (Karya Muhammad Lutfi) Uap Batu Pinggir Kali Uap batu pinggir kali terhempas pada sunyi Rusuh dan ricuh Riuh dalam kalbu Kebisi…
Puisi: Taman Baca (Karya Muhammad Lutfi) Taman Baca Taman-taman bersuka ria Hatiku riang gembira Menari bersuka ria Duduk di sepoi rumput berembun sahaja Aku sejuk dan bersuka ria Melepas se…
Puisi: Kelereng di Halaman (Karya Muhammad Lutfi) Kelereng di Halaman Kelereng hijau berputar-putar tak jemu Menyapu debu di halaman rumah ibu Menerjang hujan siang ini yang memar biru Kulempar dan k…
Puisi: Jangan Berkelahi (Karya Muhammad Lutfi) Jangan Berkelahi Sesama teman jangan bertengkar Seperti ayam dalam sangkar Kalau diadu mencakar-cakar Jangan bertengkar! Sebab hati baik selalu bersa…
Puisi: Rajin Berbuah Sukses (Karya Muhammad Lutfi) Rajin Berbuah Sukses Kalau engkau anak yang baik Maka berusahalah dengan tekad terbaik Membuka jalan pemikiran masa depan serta jadi yang terbaik Sol…
Puisi: Hemat Pangkal Kaya (Karya Muhammad Lutfi) Hemat Pangkal Kaya Simpan uangmu Jangan boros menuruti perutmu Berpikir mengharap sesuatu Dan sisihkan sedikit di kantong baju Agar bisa membeli kein…
Puisi: Kaum Terbuang (Karya Muhammad Lutfi) Kaum Terbuang Kaum terbuang rela dibikin debu Rumah mereka ditebang Kaos mereka menyangkut dipinggir kali …
Puisi: Taming Sari (Karya Muhammad Lutfi) Taming Sari Orang sakti Senjata sakti Hebat kuat dalam sejarah menjadi bukti Bukti kekuasaan dan keduduka…
Puisi: Sajak Serdadu Patriot Rakyat (Karya Muhammad Lutfi) Sajak Serdadu Patriot Rakyat Dia ambil semangat Darah mengguncang jiwa Keberanian menyala seketika Telah …
Puisi: Himbauan Anak Jalang (Karya Muhammad Lutfi) Himbauan Anak Jalang Kalau mau hidup berlarilah Dan temukan jalanmu Kalau mau kembali Maka berjayalah dul…
Puisi: Balada Hang Tuah (Karya Muhammad Lutfi) Balada Hang Tuah Tersebut pemuda berparas tampan Bagai rembulan Elok akhlak dan budinya yang menawan Disu…
Puisi: Persatuan Bangsa (Karya Muhammad Lutfi) Persatuan Bangsa Persatuan kita adalah barikade baja Tak tertembus peluru nyasar Tak mempan nuklir dan penj…
Puisi: Patuhlah pada Ayah dan Ibu (Karya Muhammad Lutfi) Patuhlah pada Ayah dan Ibu Kalau mendengar perintah ayah dan ibu Segera berlari jangan menunggu Berbakti pada kaki ayah ibumu Agar surga selalu bersa…