Puisi Nirwan Dewanto

Puisi: Ode untuk Pintu Rumahku (Karya Nirwan Dewanto)

Ode untuk Pintu Rumahku Setiap aku meninggalkanmu, pelan-pelan Menorehkan panas matahari di wajahmu Ucapkanlah namaku pada langit malam dan daun-daun…

Puisi: Garam (Karya Nirwan Dewanto)

Garam Lautan jauh, terima kasih. Meski kuhapus wajahmu kaukirim keringatmu ke piring putih ini. Tukang …

Puisi: Doa Pisau (Karya Nirwan Dewanto)

Doa Pisau Kubayangkan kebahagiaan sederhana Seperti sayuran dalam keranjang Atau buah-buahan di atas meja makan Tapi tangan yang senantiasa menerkamk…

Puisi: Daun-Daun Gugur (Karya Nirwan Dewanto)

Daun-Daun Gugur daun-daun gugur: dingin menunggumu tapi bayang-bayang hujan bisu tergerai warna senantiasa muram atas wajahku menunggu malam di beran…

Puisi: Nanas dari Roraima (Karya Nirwan Dewanto)

Nanas dari Roraima Jantung kuning berbaju zirah, berpuluh pedang di atas kepala. Ujung gading bermadu darah, sebuluh tangan terlindas piala. Sisik ji…

Puisi: Perahu (Karya Nirwan Dewanto)

Perahu perahu yang menyisihkan diri dari ombak mencium senja ke bukit. Bersembunyi lambungnya putih disentuh bintang-bintang layarnya patah tak bisa …

Puisi: Semangka (Karya Nirwan Dewanto)

Semangka Seperti kantung hijau berisi darah berhenti percaya pada tanah, seperti bawal betina tak bersaru…

Puisi: Peniti Tali (Karya Nirwan Dewanto)

Peniti Tali Terlalu segera tepuk tangan membahana, memalingkan aku dari badai sandi yang menuntun langkah lambai kakiku. Terlalu lancip sepatunya, uj…

Puisi: Kobra (Karya Nirwan Dewanto)

Kobra Tokomu menjual aneka taring yang tampaknya lebih manjur daripada taringku, namun kau tak mampu menjawab ketika seorang pelangganmu bertanya, “M…

Puisi: Telur Chicago (Karya Nirwan Dewanto)

Telur Chicago ( kepada Anish Kapoor ) Telur adalah nama yang keliru Bagi bentuk yang lebih menyerupai Buli…

Puisi: Madah Merah (Karya Nirwan Dewanto)

Madah Merah Terlalu dekat kau ke lumbung padi sehingga rambutmu tak kilau lagi. Terlalu pagi mungkin kauminta aku mengunggah sembilu ke te…

Puisi: Lazar (Karya Nirwan Dewanto)

Lazar Jangan renggut kematian dariku, Aku tengah berusaha memilikinya. Tolong tutup lagi pintu mausoleum ini, Sebab terang di luar sana ha…

Puisi: Potret Diri Forugh Farrokhzad (Karya Nirwan Dewanto)

Potret Diri Forugh Farrokhzad ( untuk Shirin Neshat ) Dalam gelap sempurna ini hanya setitik nyala berpindah-p…
© Sepenuhnya. All rights reserved.