Info Terbaru: Pidie Jaya kembali dilanda banjir. Aceh belum benar-benar pulih

Puisi Rustam Effendi

Puisi: Di Mana Aku Pergi (Karya Rustam Effendi)

Di Mana Aku Pergi Di mana aku pergi, ah, di mana aku menoleh. Bagaimana aku menanti, bagaimana aku menanggung, Bak mana aku mera…

Puisi: Hujan Badai (Karya Rustam Effendi)

Hujan Badai Bersambung kilat di ujung langit, Gemuruh guruh berjawab-jawaban Bertangkai hujan dicurah awan, Mengabut kabut seb…

Puisi: Kepada yang Bergurau (Karya Rustam Effendi)

Kepada yang Bergurau     O, engkau cucu Adam yang bermain di taman bunga, berteduh di bawah bahgia.     Alangkah senang sentosamu, menyedapi …

Puisi: Dilintas Cinta (Karya Rustam Effendi)

Dilintas Cinta Selintas beta Dilintas mata         Hitam Dan dalam Sebagai cermin Pembaca batin         Alam     Di da…

Puisi: Gagasan (Karya Rustam Effendi)

Gagasan Berkebut ribut. Mendayu kayu disembar lelintar; tumbang batang. Melulung: "tulung!", menakutkan kalbu.     Lah tunggang l…

Puisi: Kesuma (Karya Rustam Effendi)

Kesuma O, Kesuma, Mainan taman, penghibur mata, Cantik dan permai warna daunmu, Berbagai bentuk potongan pipimu, Laksana belud'ru ditabur permata…

Puisi: Pebila? (Karya Rustam Effendi)

Pebila? Malam yang kelam, seperti lautan hitam menyanam antara graniet hari, yang silang berganti. Di tengah kelam di sela batu berani ini, berlayar …

Puisi: Bintang di Tengah Gelap (Karya Rustam Effendi)

Bintang di Tengah Gelap Béta melihat bintang, sungguhpun bintang disungkup gelap. Banyak bukan terbilang, tetapi satu yang béta lihat. Ini 'kan j…

Puisi: Pucuk Kayu (Karya Rustam Effendi)

Pucuk Kayu Kalau 'lah diam malam yang kelam, Kalau 'lah tenang sawang yang lapang, Kalau 'lah lelap orang di lawang, Akh, engka…

Puisi: Kehilangan (Karya Rustam Effendi)

Kehilangan Mengalir air hiliran hari,         halqat rantai perjalanan hidupku. Terlepas bebas antara jari,         haram dapat menahannya dahulu. S…

Puisi: Lengang (Karya Rustam Effendi)

Lengang     Lengang di lawang, tidak bergerak, tidak berombak.     Awang pun tenang, tidak bergerak, tidak beroyak.     Bunyi pun sunyi…

Puisi: Tampak di Mata (Karya Rustam Effendi)

Tampak di Mata Surya sudah meruyupkan mata,     Mengantuk hari. Letih dan lemah seperti si sakit     merentang nyawa; Sinar sudah menidur…
© Sepenuhnya. All rights reserved.