Puisi Sindu Putra

Puisi: Kupu-Kupu Tak Tampak Lagi di Mataram (Karya Sindu Putra)

Kupu-Kupu Tak Tampak Lagi di Mataram Mataram, sunyi dari bunyi padi Mataram, senyap dari gerak tari beaqganggas Sebatang pohon asam tua…

Puisi: Aku Hadiahkan di Hari Ulang Tahunmu (Karya Sindu Putra)

Aku Hadiahkan di Hari Ulang Tahunmu aku hadiahkan di hari ulang tahunmu sebentuk boneka garam yang menghantarmu ke rumah kawin yang menema…

Puisi: Penari Topeng CS (Karya Sindu Putra)

Penari Topeng:  CS aku hanya ingin menjadi raja membisu sepanjang pertunjukan aku sembunyikan wajahku di balik topeng kayu yang terse…

Puisi: Perjalanan ke Lombok Selatan (Karya Sindu Putra)

Perjalanan ke Lombok Selatan perjalanan ini kau namakan menangkap nyale nyala yang tumbuh dari air kau mengajakku dalam perjalanan tak …

Puisi: Padangbai (Karya Sindu Putra)

Padangbai Subuh, sebelum menyeberang ke Lombok tuhan, buka mataku agar dapat kulihat fajar untuk penghabisan burung itu mati penutur t…

Puisi: Di Selat Lombok (Karya Sindu Putra)

Di Selat Lombok Di mana tubuhmu! seekor lembu hitam gajah dengan taring patah atau singa bersayap dituntun seekor anjing, badan yang…

Puisi: Terarosa Tanah Lombok (Karya Sindu Putra)

Terarosa Tanah Lombok di Senggigi Kamis 17.01 WITA orang asing itu Eureka menyeka muka wajah kulit putih Eropanya serupa topeng kayu L…

Puisi: 28 Januari (Karya Sindu Putra)

28 Januari (Devian Branitasandhini) Ibu melukiskan sayap basah rama-rama di dahimu kau menirunya! 24 jam! tanganmu menggoreskan tapa…

Puisi: Denpasar Jam 00.00 (Karya Sindu Putra)

Denpasar Jam 00.00 Aku menanam ilalang di keningmu kupu-kupu tak mati dalam hening waktu paruhmu kupu-kupu hitam mukanya tertutup bu…

Puisi: Selat Lombok, Oktober (Karya Sindu Putra)

Selat Lombok, Oktober 100 mil laut dari Lembar dalam ferry yang mengapung perempuan dengan luka ketam di punggung tangannya menunjukk…

Puisi: Sajak Main Catur (Karya Sindu Putra)

Sajak Main Catur Aku hanya ingin menjadi raja bertakhta di tempat gelap, karena tubuhku hitam aku bersinggasana di istana yang putih …

Puisi: Ibu Mataram (Karya Sindu Putra)

Ibu Mataram (: Ravikan Varapanna) patung Waicaka dari batu lahar dalam genggaman mata yang terpejam terpanggang hujan cahaya bulan Juni…

Puisi: Perempuan Itu Menenun Hujan (Karya Sindu Putra)

Perempuan Itu Menenun Hujan perempuan itu menenun hujan di Slade. 100 menit dari Rembige tempat tinggalku. dengan tangan lumpuh layu …

Puisi: Di Tepi Hutan Suranadi (Karya Sindu Putra)

Di Tepi Hutan Suranadi Bintang! Siapa takut percintaan Kau dan aku tak bisa sembunyi  Dari hutan ini Kita diringkus Beringsut atau be…

Puisi: Pasar Burung Yogyakarta (Karya Sindu Putra)

Pasar Burung Yogyakarta Tak ada burung-burung parau dalam sangkar perak apalagi burung-burung bisu dengan mahkota di kepala, digantung di…
© Sepenuhnya. All rights reserved.