Puisi Taufik Ikram Jamil

Puisi: Surat Von de Wall kepada Raja Ali Haji (Karya Taufik Ikram Jamil)

Surat Von de Wall kepada Raja Ali Haji dengan kesedihan bulan sepenggal aku tulis surat ini tanpa berharap sampai ke tanganmu yang sejak lama berlina…

Puisi: Piagam Harapan (Karya Taufik Ikram Jamil)

Piagam Harapan putus asa mengintip kami dari pagi padahal telah kami kirim rupa-rupa kecewa lewat kapal-kapal niaga sejak semalam tinggal harapan ber…

Puisi: Datang Lagi ke Bengkalis (Karya Taufik Ikram Jamil)

Datang Lagi ke Bengkalis datang lagi ke bengkalis nafasku menyembur di antara mulut-mulut tembakul yang mencipta subur bagi bakau tempat udang dan ke…

Puisi: Saat Tidur (Karya Taufik Ikram Jamil)

Saat Tidur aku hanya terhibur saat tidur menemui kegembiraan dalam mimpi jagaku adalah nyanyi: tudung periuk pandai menari menari lagu putra mahkota …

Puisi: Jarak (Karya Taufik Ikram Jamil)

Jarak berpotong-potong alamat yang kautinggalkan hanya menyodorkan perih di dalam mimpiku e-mail yang gemetar di telapak tangan nomor telepon bertang…

Puisi: Tameng Sari Kuserahkan Kembali (Karya Taufik Ikram Jamil)

Tameng Sari Kuserahkan Kembali sumpah itu tak akan pernah terlupakan makanya keris tameng sari ini sempat lama kusimpan jadi semerbak kuntum-kuntum b…

Puisi: Catatan Terakhir oleh Raffles (Karya Taufik Ikram Jamil)

Catatan Terakhir oleh Raffles kembali teringat singapura dari suatu tempat pada suatu ruang yang malahan tak terjangkau sunyi aku merasa ingin pergi …

Puisi: Tak Sempat Pulang ke Riau (Karya Taufik Ikram Jamil)

Tak Sempat Pulang ke Riau megat sri rama tak sempat pulang ke riau sebab ajal menunggunya di kota terbilang bahkan untuk kembali tanpa kenang tanpa s…

Puisi: Khabar (Karya Taufik Ikram Jamil)

Khabar khabar darimu dinda kuterima dari rimba rawa-rawa ketika lopak air mengendap hijau pada pandan melindap serindit meninggalkan cericit aku meng…

Puisi: Inilah Tabikku yang Ditangkap Senyap (Karya Taufik Ikram Jamil)

Inilah Tabikku yang Ditangkap Senyap engkau begitu saja bercakap-cakap denganku dalam delapanpuluh empat bahasa yang girang huruf-huruf segera melant…

Puisi: Sendiri di Teluk Ini (Karya Taufik Ikram Jamil)

Sendiri di Teluk Ini sendiri di teluk ini perihku lebih luas dari samudera cuaca yang mengaruskan pedih pada air mengebat pandanganku jauh ke kaki la…

Puisi: Dalam Tanya (Karya Taufik Ikram Jamil)

Dalam Tanya kau pulaukan aku dalam tanya maka wajarlah kuapungkan seru di laut-lagu berlepas menjadi resah pada setiap teluk disalak tanjung tidak be…

Puisi: Aku Sudah Menjawab (Karya Taufik Ikram Jamil)

Aku Sudah Menjawab engkau bertanya kepadaku mengapa aku mencintaimu tapi jawaban yang kukirimkan lewat bunyi disembar angin tujuh beradik kemudian me…

Puisi: Sketsa Suatu Hari (Karya Taufik Ikram Jamil)

Sketsa Suatu Hari suka cita jelang menujuh hari dengan kompang dan kain cindai aduh mak senyumnya mengulum mantera aku masih saja bersulang dengan cu…
© Sepenuhnya. All rights reserved.