Puisi Tentang Aceh

Puisi: Alue Naga (Karya Mustafa Ismail)

Alue Naga Di jembatan Lamnyong kulihat matahari sudah condong ke barat kau masih saja berpura-pura. Bermain d…

Puisi: Suatu Senja di Bukit Lamreh (Karya D. Kemalawati)

Suatu Senja di Bukit Lamreh Setelah tujuh puluh empat anak tangga aku merasa cukup tinggi dalam kesunyian …

Puisi: Salam Jeumpa, Ibu (Karya Dimas Arika Mihardja)

Salam Jeumpa, Ibu Sayap kataku sepagi ini kembali melangit di Serambi Mekah. Mekarlah kerinduan yang rindang …

Puisi: Aceh Mendesah dalam Nafasku (Karya D. Zawawi Imron)

Aceh Mendesah dalam Nafasku Aku belum pernah berkunjung ke Aceh Tapi aku pernah mencium aroma pena Syekh Ham…

Puisi: Laut Surut (Karya Fikar W. Eda)

Laut Surut Laut surut Prahara telah reda Pulanglah segera Di Timur, matahari berbinar nyala Ini Aceh m…

Puisi: Peunayong (Karya Mustafa Ismail)

Peunayong (Meue, Peunayong) Kudengar kau sempat berlari, menumpang Nuh, ketika kota menjadi laut Pers…

Puisi: Aceh, Masihkah Gerimis yang Ditaburkan (Karya Sulaiman Juned)

Aceh, Masihkah Gerimis yang Ditaburkan Kampung kampung di kepung sepi. Gerimis memasuki rumah tanpa salam. Kampung kampung di kepung …

Puisi: Tanah Air, Milik Siapa (Karya D. Kemalawati)

Tanah Air, Milik Siapa Katakanlah milikmu hari ini kau hamburkan jutaan peluru tanah bersimbah darah damai…

Puisi: Aceh 26 Desember 2004 (Karya Joko Pinurbo)

Aceh 26 Desember 2004 Gema lonceng Natal masih bergetar di kaca jendela ketika Aceh meleleh di kelopak mataku, menetes deras ke dalam ge…

Puisi: Sepotong Doa Sungai di Ujung Badai (Karya Diah Hadaning)

Sepotong Doa Sungai di Ujung Badai Gemuruh badai diusung layer kaca seraut wajah hanyut terbawa barangkali wajah masa depan bunga Tanah Re…

Puisi: Sihir Seudati (Karya Diah Hadaning)

Sihir Seudati Berapa liang luka menjadi peta mengatup kembali oleh sihir seudati rampak gerak dalam satu nafas warnai jingga di balik ru…

Puisi: Meulaboh (Karya Mustafa Ismail)

Meulaboh (Kepada Penyair Laut) Dalam gigil pagi itu, di sebuah masjid, kami membayangkan: beribu-ribu puisi t…
© Sepenuhnya. All rights reserved.