Puisi Tentang Ibu Pertiwi

Puisi: Balada Perajurit Indonesia (Karya Sides Sudyarto D. S.)

Balada Perajurit Indonesia Dari dulu hingga kini engkau mengabdi Berjuang menjaga Ibu Pertiwi Dari masa ke masa kau tegak berdiri Membela negeri ini …

Puisi: Putra-Putra Ibu Pertiwi (Karya Mustofa Bisri)

Putra-Putra Ibu Pertiwi Bagai wanita yang tak ber-ka-be saja Ibu pertiwi terus melahirkan putra-putranya Pahlawan-pahlawan ba…

Puisi: Buat sebuah Nama (Karya Ajip Rosidi)

Buat sebuah Nama Telah kau siram bumi pertiwi dengan darahmu yang merah: Maka kini kaulihat pemimpin-pemimpin besar cakap tak lebih dari pa…

Puisi: Tangisan Ibu Pertiwi (Karya Kristian Ndori)

Tangisan Ibu Pertiwi Hei bangsaku, bangsa yang gagah dan luar biasa Bangsa yang sembuh akan luka penjajahan Bangsa yang kekar akan keguncangan Hei ba…

Puisi: Anak Muda dan Pesta Kemerdekaan (Karya Nanang Suryadi)

Anak Muda dan Pesta Kemerdekaan Nyalang matanya menatap gedung penuh warna lampu, iklan menyala, dan kekaburan cerita dalam buku-buku…

Puisi: Lagu Lautan Nusantara (Karya Sitor Situmorang)

Lagu Lautan Nusantara (kepada Gus Dur, pewaris tugas mahabesar) Di lembah menghadap teluk ini berulang kali kita masih akan datang - ju…

Puisi: Tanah Airku (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Tanah Airku Kurindukan kepompong, pertapaan sekian abad menunjam tanah tak subur bagi taman bunga bangkai, …

Puisi: Alamat Ibu Pertiwi (Karya Joshua Igho)

Alamat Ibu Pertiwi (1) Ayah, di manakah alamat ibu pertiwi aku ingin menyembah-sujud padanya kata orang, ibu pertiwi itu cantik memberikan n…

Puisi: Sajak Bulan Mei 1998 di Indonesia (Karya W.S. Rendra)

Sajak Bulan Mei 1998 di Indonesia Aku tulis sajak ini di bulan gelap raja-raja. Bangkai-bangkai tergeletak lengket di aspal jalan. …

Puisi: Nasionalisme (Karya Remy Sylado)

Nasionalisme Bahwa hatiku boleh saja keluar dari tanah airku. Tapi jangan pernah tanah airku keluar dari hatiku. Sumber:  Kerygma &am…

Puisi: Orang-Orang Angkuh (Karya Diah Hadaning)

Orang-Orang Angkuh Dia, dia, dia tak pernah ucap salam mulutnya belati siap tikam tak pernah mengangguk nafasnya aroma pasar induk ske…

Puisi: Ibu Pertiwi Pun Menangis (Karya Nanang Suryadi)

Ibu Pertiwi Pun Menangis duka juga kiranya, yang diterbangkan angin padaku, sebagai kabar dari sebuah negeri terluka, kanak-kanak berhenti sek…

Puisi: Untukmu Ibu Pertiwi (Karya Moh Akbar Dimas Mozaki)

Untukmu Ibu Pertiwi Ibu Pertiwi, aku pulang membawa doa terbaik untukmu. Aku mungkin jauh, tapi rinduku selalu tertanam di tanahmu. Semoga langkahku …
© Sepenuhnya. All rights reserved.