Puisi Tentang Kopi

Puisi: Kopi Luwak (Karya Nirwan Dewanto)

Kopi Luwak Dari biji-biji mata yang baru saja lepas dari perut Bimasakti kusadap airmata paling hitam barangkali juga paling suci. Minumlah. Lekaslah…

Puisi: Kopi yang Tak Diminum (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Kopi yang Tak Diminum sela-sela daun menyergapkan nyala padamu. inilah hidup yang tak pernah padam. ranting-ranting daun yang hangus, dan tanah-tanah…

Puisi: Kopi (Karya Nirwan Dewanto)

Kopi Di tangan lelaki itu, kami coba bersabar. Namun betapa cangkir ini gemetar oleh tubuh kami, gairah kam…

Puisi: Batu Kenangan (Karya Aldian Aripin)

Batu Kenangan Di sini, di jantung kota ini di sini, di dalam hatiku 'ku lagukan sebuah nyanyian tidak lagi untukmu. K…

Puisi: Kopi Menyiram Hutan (Karya Taufiq Ismail)

Kopi Menyiram Hutan Tiga juta hektar Halaman surat kabar Telah dirayapi api Terbit pagi ini Panjang empat jari Dua kolom tegak-…

Puisi: Impian dan Secangkir Kopi (Karya Surachman R.M.)

Impian dan Secangkir Kopi Di malam ulangtahunmu kuingin kau berada di sini Lalu kita rayakan bersama dengan dua gelas martini …

Puisi: Ketika Malam Hampir Pagi (Karya Anthony Sutanto Atmaja)

Ketika Malam Hampir Pagi Secangkir kopi telah raib. Kulingkarkan butir-butir rosario dalam imaji sunyi penuh kabut. Aku merabai wajahmu …

Puisi: Sebuah Cerita untuk Gus Dur (Karya Joko Pinurbo)

Sebuah Cerita untuk Gus Dur Saya penduduk baru di kampung itu. Setelah seminggu mendekam saja di rumah, akhirnya saya berkenalan dengan seoran…

Puisi: Kedai Kopi Pukul Sebelas Siang (Karya Maya Lestari Gf)

Kedai Kopi Pukul Sebelas Siang Pukul sebelas siang kamu datang, Senyum segan tersampir di wajahmu Kantong belanjaan tertenteng di tanganmu "Maaf…

Puisi: Pada Sebuah Kedai Kopi (Karya Maya Lestari Gf)

Pada Sebuah Kedai Kopi Jam di dinding menunjukkan pukul sebelas siang Ketika engkau datang dengan kantong belanjaan Bermerek toko sepatu terkenal Kau…

Puisi: Pucuk Kopi (Karya Loym R. Sitanggang)

Pucuk Kopi Kau berpetualang senja bersama desau daun pinus yang melambai. Kau artikan dua pada lambaian itu, selamat datang, semoga hidup. Kemudian m…

Puisi: Aku, Kau, dan Secangkir Kopi (Karya Kamilia Salsabila)

Aku, Kau, dan Secangkir Kopi Ketika Sirius memayungi bumi dengan pendarnya Pandangan kita saling bertaut bersama esensi yang selaras Kau mulai menyer…

Puisi: Secangkir Kopi (Karya Rhey Fandra Yoga Simbolon)

Secangkir Kopi Seorang wanita muda mengantar segelas kopi, Meletakkan di atas meja seorang pria dengan pena dan agenda lama, Wanita itu tersenyum lal…

Puisi: Kopi (Karya Hidayat Raharja)

Kopi Sepekat malam tubuhmu mengental dalam gelas percakapan. Pekat rasa pahit di lidah, menuruni bukit-bukit miring di ketinggian malam. Kebun-kebun …

Puisi: Pagi Hujan dan Secawan Kopi (Karya Isbedy Stiawan ZS)

Pagi Hujan dan Secawan Kopi pagi hujan saat kukunjungi kamarmu, suatu minggu di bulan januari tahun silam lalu secawan kopi kauseduh …
© Sepenuhnya. All rights reserved.