Puisi Tentang Pemerintah

Puisi: Kepada Seorang Penyanyi Dangdut (Karya Acep Zamzam Noor)

Kepada Seorang Penyanyi Dangdut Di tengah melambungnya harga-harga Suaramu semakin merdu saja. Di tengah membengkaknya hutang negara Waj…

Puisi: Elegia Ibu Kota (Karya Aldian Aripin)

Elegia Ibu Kota O, Bapa pemimpin o, pemerintah hati yang beku betapa dingin. Siang betapa panas lelaki kami berkeringat m…

Puisi: Sajak Orang Kepanasan (Karya W.S. Rendra)

Sajak Orang Kepanasan Karena kami makan akar dan terigu menumpuk di gudangmu. Karena kami hidup berhimpitan dan ruangmu berlebihan mak…

Puisi: Ketika Sebagai Kakek di Tahun 2040 (Karya Taufiq Ismail)

Ketika Sebagai Kakek di Tahun 2040, Kau Menjawab Pertanyaan Cucumu Cucu kau tahu, kau menginap di DPR bulan Mei itu Bersama beberapa ribu ka…

Puisi: Untuk Pius Lustrilanang (Karya Eka Budianta)

Untuk Pius Lustrilanang Ketika kekejaman memihak penguasa, Rakyat diculik, dibunuh sesuka negara. Ketika te…

Puisi: Sajak Lipan Seribu Kaki (Karya Remy Sylado)

Sajak Lipan Seribu Kaki Lapar telah menghilangkan sopan santunku. Maaf aku kira darah dagingku belum merdeka.  Lupa pekiknya telah bertahun kuuc…

Puisi: Nyanyian Akar Rumput (Karya Wiji Thukul)

Nyanyian Akar Rumput Jalan raya dilebarkan kami terusir mendirikan kampung digusur kami pindah-pindah menempel di tembok-t…

Puisi: Tujuan Kita Satu Ibu (Karya Wiji Thukul)

Tujuan Kita Satu Ibu Kutundukkan kepalaku, bersama rakyatmu yang berkabung bagimu yang bertahan di hutan dan terbunuh di gunung di ti…

Puisi: Satu Kata Lawan (Karya Wiji Thukul)

Satu Kata Lawan Jika rakyat pergi ketika penguasa pidato kita harus hati-hati barangkali mereka putus asa Kalau rakyat …

Puisi: Menjadi Presiden (Karya Muhammad Rois Rinaldi)

Menjadi Presiden Sudah, aku saja yang menjadi presiden aku juga bisa berpura-pura karena aku lahir dari rahim sandiwara. Aku juga pandai…

Puisi: Fragmen (Karya Leon Agusta)

Fragmen Di bawah bulan atau mentari, buat apa peduli? Sorga pun tak dimimpikan lagi. Sudah dilampaui Hanya tinggal mengusapkan m…

Puisi: Ketika Indonesia Dihormati Dunia (Karya Taufiq Ismail)

Ketika Indonesia Dihormati Dunia Dengan rasa rindu kukenang pemilihan umum setengah abad yang lewat Dengan rasa kangen pemilihan umum…
© Sepenuhnya. All rights reserved.