Puisi: Der Prozess (Karya Goenawan Mohamad) Der Prozess Dengan puntung obat nyamuk ia tuliskan "Hu" pada pintu Lalu matahari masuk dan ia membeku Dan kantor polisi itu …
Puisi: Wani, Bapakmu Harus Pergi (Karya Wiji Thukul) Wani, Bapakmu Harus Pergi Wani, bapakmu harus pergi kalau teman-temanmu tanya kenapa bapakmu dicari-cari polisi jawab saja: "k…
Puisi: Penjaga Malam (Karya Joko Pinurbo) Penjaga Malam Penjaga malam itu masih setia menjaga rumah besar yang tak pernah dihuni pemiliknya. Ia sangat mencintai rumah kosong itu, b…
Puisi: Proposal Politik untuk Polisi (Karya Afrizal Malna) Proposal Politik untuk Polisi "Toean-toean, saja mendjamin bahwa pemerintahan kita tidak lagi popoeler, baik di antara rakjat ketjil maoep…
Puisi: Jeritan Kemerdekaan (Karya Mawie Ananta Jonie) Jeritan Kemerdekaan Telah lama kami mendengarkan ini jeritan kemerdekaan, berbagai macam jalan telah pula dip…
Puisi: Polisi Mati Tadi Pagi (Karya Cucuk Espe) Polisi Mati Tadi Pagi Di kotaku polisi mati tadi pagi Roboh dihantam dua peluru Oleh penembak yang tak terburu Hilang di tikungan sepi ber…
Puisi: Kriminal dan Polisi (Karya Susy Ayu) Kriminal dan Polisi (terispirasi oleh serial killer) Kriminal membuat peraturan Polisi yang mempelajarinya 21 Oktober 2010 Analisis Puisi : Puisi &qu…
Puisi: Buron (Karya Wiji Thukul) Buron baju lain celana lain potongan rambut lain buku yang dibaca lain bahan percakapan lain nama lain identitas lain ekspresi lain menjadi diri send…
Puisi: Yang Tidak Terlalu Serius (Karya Asep S. Sambodja) Puisi yang Tidak Terlalu Serius ini puisi soal negara puisi ini tidak terlalu serius sama seperti negara yang tidak serius memberantas korupsi orang …
Puisi: Dolanan Anak-Anak (Karya Yudhistira A.N.M. Massardi) Sajak Dolanan Anak-Anak Sebuah boneka, namanya Poppy, punya Nency Sebuah senapan, harganya mahal, punya Bobby Sebuah mobil sedan, …
Puisi: Menyeduh Kopi (Karya Rudiana) Menyeduh Kopi Menyeduh kopi membaca koran Melihat berita di tv Ada polisi mati Ditembak polisi Laras pistolnya durjana Pelurunya sebongkah amarah Pel…
Puisi: Jalan Slamet Riyadi Solo (Karya Wiji Thukul) Jalan Slamet Riyadi Solo dulu kanan dan kiri jalan ini pohon-pohon asam besar melulu saban lebaran dengan teman sekampung jalan berombongan ke taman …
Puisi: Penjelasan Sopir Mikrolet Gandaria Kampung Melayu tentang Tuyul (Karya F. Rahardi) Penjelasan Sopir Mikrolet Gandaria Kampung Melayu tentang Tuyul sopir mikrolet itu mengenakan pici dan berkumis umurnya susah untu…