Postingan

Puisi: Santri (Karya Mamluah Latifatussofiyah)

Santri Wahai guru Dirimu bagaikan malam yang dihiasi bintang Kau berikan petunjuk dengan cahaya terang dan ketentraman Dirimu Yang sederhana dalam ti…

Puisi: Wirid Menjelang Fajar (Karya Ikranagara)

Wirid Menjelang Fajar Kepada malaikat di kanan Assalamu 'alaikum Kepada malaikat di kiri Assalamu 'alaikum Hening ini hening subuh menjelang …

Puisi: Moto Seorang Santri (Karya A. Muttaqin)

Moto Seorang Santri Saat Bertandang ke Warung Kopi Kopi adalah kopiah yang debunya menyala menyigi malam dan mimpi. Rokok adalah ru…

Puisi: 1963 (Karya Syu’bah Asa)

1963 Apakah hidup itu Tuhan, bila kurasakan terus berulang? Di luar, tanjung-tanjung dilembur pasang Mendesau gletsyer di pantai Skotland …

Puisi: Berpedomanlah pada Cita-Cita (Karya Bung Karno)

Berpedomanlah pada Cita-Cita Ya, kita hidup dalam dunia yang penuh ketakutan kehidupan manusia sekarang digerogoti dan dijadikan pahit-getir oleh ras…

Puisi: Dikantongi oleh Tuhan (Karya Bung Karno)

Dikantongi oleh Tuhan Tatkala ibumu masih perawan bapak masih perjaka Lantas kita menjawab "Yah, kami waktu itu dikantongi Tuhan Dikantongi oleh…

Puisi: Malam Getsemane (Karya Gunoto Saparie)

Malam Getsemane malam terus merayap di bukit zaitun dan bulan memucat di atas taman getsemane siapakah tersedu meratap dalam sunyi? siapakah mengiba …

Puisi: Kudengar Jakarta Menyanyi (Karya Yunus Mukri Adi)

Kudengar Jakarta Menyanyi Kudengar Jakarta menyanyi. Dalam kereta pagi Di bawah matahari biru panci. Jakarta menyanyi dalam teater pembangunan. Gedun…

Puisi: Hidayah (Karya Ajip Rosidi)

Hidayah harap-harap cemas antara khaof dengan roja' aku hanya dapat berusaha dan berdo'a karena hidayah turun atas ridomu semata Sumber:  Nam…
© Sepenuhnya. All rights reserved.