Postingan

Puisi: Not (Karya Goenawan Mohamad)

Not Malam itu ia coba tirukan, dengan bunyi senar gitar , tetes air yang saling bertemu di talang serambi. Tapi yang terbentuk dari …

Puisi: Badan Demam Ruhku Demam (Karya Abdul Wachid B. S.)

Badan Demam Ruhku Demam Badan demam oleh sesuatu yang Menari-nari bagai gasing Di dalam lubuk hati yang Dilapisi oleh yang bernama, Sayang …

Puisi: Isi dan Kulit (Karya A.A. Navis)

Isi dan Kulit Terpandang kulit pisang di atas batu siang malam berdingin-berpanas menghitam rupa dimakan waktu tak dipandang insan yang melintas. Mar…

Puisi: Fragmen Kota (Karya Sugiarta Sriwibawa)

Fragmen Kota Tibalah saatnya Bila malam melambungkan warna cadarnya Kuraih-raih, mengisap menggelenyar Lolos di ujung-ujung pandang jarak…

Puisi: Tanda Zaman (Karya A.A. Navis)

Tanda Zaman Sejak manusia berkarib dengan setan banyak duka berpulas suka jujur dan tulus dikutuk edan adab jadi lambang bencana. Maka anak jadi sain…

Puisi: Siluet (Karya Remy Sylado)

Siluet Aku terombang-ambing dari bimbang ke bimbang bagai anak domba tersesat dalam hutan peradaban - naa…

Puisi: Sakit (Karya Karsono H. Saputra)

Sakit ibu guru, maafkan aku pe-er belum selesai kukerjakan dan sekarang tak bisa mengikuti pelajaran kemarin dokter bilang aku harus minum obat dan h…

Puisi: Bersatu Bukan Bersama (Karya A.A. Navis)

Bersatu Bukan Bersama Dia dan aku atau aku, dia dan kamu sama saja. Kita ini sama punya mulut untuk bicara suka sama enak sendiri sama saja. Beda ant…

Puisi: Panorama (Karya Dianing Widya Yudhistira)

Panorama Kulautkan tawa air mata Mengenang rindu di antara kehampaan Mengalir melewati parit-parit kealpaan Memintalku dalam keindahan dosa Kegaduhan…
© Sepenuhnya. All rights reserved.