Postingan

Puisi: Hikayatmu (Karya Rini Intama)

Hikayatmu : Hang Tuah Tuan, aku ingin jadi pendoa bagi kisahmu Ketika kau berkata, Tak hilang Melayu di dunia Akulah pengelana yang menunggu musim da…

Puisi: Sajak Cinta Malam Paskah (Karya Frans Nadjira)

Sajak Cinta Malam Paskah         Sarungkanlah pedangmu kembali         karena semua orang yang main pedang         akan mati dengan pedang. Ini saja …

Puisi: Ruh (Karya Abdul Hadi WM)

Ruh Ruh meratap dan bersedih, sayang menggetar dalam permainan api mahadahsyat ini Ruh tiada tidur, mengembara dengan sayapnya kudus dan …

Puisi: Manusia (Gubahan Abdul Hadi WM)

Manusia Kitab-kitab lama mengatakan: Anak-anakku, manusia itu tak sempurna penuh dosa dan kesalahan dan saling bertengkar satu sama lain …

Puisi: Terkenang Kembali (Karya Rusli Marzuki Saria)

Terkenang Kembali Seperti Hamlet. Kuda-kuda telutuk mainan masa kanakku Terlantar dari rumah ibutiri yang satu ke rumah ibutiri yang lain Beban nasib…

Puisi: Tetaplah Bersamaku (Karya Rusli Marzuki Saria)

Tetaplah Bersamaku Tak ada yang lebih baik dari menyinta Dalam rimba perburuan. Kijang pun telah tua Tetaplah bersamaku: jalan rintisan, lembah dan n…

Puisi: Aku Merebah Mencium Bumi (Karya Munawar Syamsuddin)

Aku Merebah Mencium Bumi Aku Tengadah Menyalam Tuhan Aku merebah menciumi bumi mencahari sumber wangi Perlahan-lahan masuk ke dalam h…

Puisi: Ketika Laut Bercerita (Karya Naya Aquila)

Ketika Laut Bercerita Ia tiada henti berkejaran memagut riuh rindu, menggulung gairah pada hamparan biru. Ada lava memutih, menuntut kli…

Puisi: Dalam Gelas Bundar (Karya Sitor Situmorang)

Dalam Gelas Bundar (1) Dalam gelas bundar hampa udara Pada diri berkaca Bunga sepi Tercium matahari luar …
© Sepenuhnya. All rights reserved.