Postingan

Puisi: Ketika Mata Dipejamkan (Karya Remy Sylado)

Ketika Mata Dipejamkan Dari keras kepala kita belajar berperang Mengalirkan pengalaman tenahak pribadi Menjadi tenahak seluruh bangsa Bera…

Puisi: Ayat-Ayat Cinta (Karya Faisal Ismail)

Ayat-Ayat Cinta Di ambang fajar yang berpendar Tuhan pun terbuka dalam pesona yang kudus, teramat kudus, penuh makna menyampaikan ayat-ayat cinta bag…

Puisi: Kedasih (Karya Piek Ardijanto Soeprijadi)

Kedasih tit tit tuit tit tit tuit betapa bunyimu menyayat tit tit tuit tit tit tuit siapa kan jadi mayat burung kedasih suaramu sayu bencana apa mend…

Puisi: Menuju Jalan Khalwat (Karya Remy Sylado)

Menuju Jalan Khalwat Perisai perangku telah remuk oleh gada musuh dan rusak berantakan pagar di muka halaman rumah rusak juga tanaman-tanama…

Puisi: Laut dan Aku (Karya Hijaz Yamani)

Laut dan Aku Laut dan aku tidak tergantung pada angin Pada bumi ketiga dalam bayangan Laut ruang dari berlaksa mata Ketika kaku kompas dan pecahnya k…

Puisi: Dalam Pesawat (Karya Hijaz Yamani)

Dalam Pesawat (Banjarmasin/Kotabaru) Kami pandang lembah merayap di bawah sana bumi pun membuhulkan uap pagi hari awan tipis di lereng-lereng meratus…

Puisi: Gersang (Karya Remy Sylado)

Gersang Tahun lalu mataku masih bisa basah menangis seperti lugu seorang bocah mengalir di pipi air mata bukan sedih Kini kurindukan isa…

Puisi: Sehelai Rindu (Karya Joshua Igho)

Sehelai Rindu ( : Bagi Sashmytha ) Pertemuan tanpa kata menyisakan tanda tanya kau hanya menyapaku lewat d…

Puisi: Hikayatmu (Karya Rini Intama)

Hikayatmu : Hang Tuah Tuan, aku ingin jadi pendoa bagi kisahmu Ketika kau berkata, Tak hilang Melayu di dunia Akulah pengelana yang menunggu musim da…
© Sepenuhnya. All rights reserved.