Postingan

Puisi: Melihat Jogja (Karya Evi Idawati)

Melihat Jogja Melihat Jogja dengan gelisahku aku menemukan cahaya akan cinta setiap orang mencari makna ada yang terhempas dan terlupa kembali menemu…

Puisi: Catatan Seorang Ibu (Karya Evi Idawati)

Catatan Seorang Ibu Melintasi laut berjalan menyusuri sungai-sungai kepedihan Melewati bocah-bocah yang terkapar karena lapar Ibu-ibu yang cemas di t…

Puisi: Senja Pegunungan (Karya Sitor Situmorang)

Senja Pegunungan Busa telaga tidak lagi dihajar angin Hutan sepi sudah dari riuh dewa-dewa menari Hatipun dingin Sedang gunung-gunung jingga cemas me…

Puisi: Kepada Chairil Anwar (Karya Sitor Situmorang)

Kepada Chairil Anwar Tuhan, jam bila akanan menelan pelaut? Ia sungguh mengetahui bahwa badai akan menimpa Tau ia, maut di sisinya maka perpisahannya…

Puisi: Rantau (Karya Mahwi Air Tawar)

Rantau Asin garam yang kau kirim Tak pernah sampai Tak pernah kucium Tahun-tahun menggores bening mataku Mencuatkan gelembung dari baling-baling Mema…

Puisi: Tanéyan (Karya Mahwi Air Tawar)

Tanéyan Di ranjang pasirmu Aku terus meronta Waktu merangkak Menyeberangkan hidupku ke laut kelam Dari ranjang pasirmu Kudengar dengung panjang luruh…

Puisi: Kabare Yogyakarta (Karya Evi Idawati)

Kabare Yogyakarta Jika kau pandang lukisan-lukisan Kau akan mendengar derap kaki kuda yang menapak, tembang kinanti di kejauhan Mengiringi lentik jar…

Puisi: Sungai (Karya Evi Idawati)

Sungai Sungai dangkal mengering tanah rekah ilalang menguning telah sekian masa perahu ditambatkan dayung menganggur lumut garing bau laut …

Puisi: Jalan Lempang (Karya Sitor Situmorang)

Jalan Lempang Pohon-pohon berbaris Di ujung ada rumah Pelancong malam ini Tak tahu ke mana Kicau burung tadi siang 1955 Sumber: Rindu Kelana (Gramedi…
© Sepenuhnya. All rights reserved.