Postingan

Puisi: Ketika Hati Ingin Berteduh (Karya A. Munandar)

Ketika Hati Ingin Berteduh Aku datang untuk memeluk harga dirimu         menjaganya hingga engkau merasa bangga         menimbang rasa untuk selamany…

Puisi: Berkata Seorang Pengunjung Balai Kota (Karya Leon Agusta)

Berkata Seorang Pengunjung Balai Kota Telah tuan silakan aku duduk, Walikota Terimakasih Tempatku bukan di sini dan aku pun tergesa Dan tuan pun sibu…

Puisi: Kita Bisu Saja Seperti Patung (Karya Rusli Marzuki Saria)

Kita Bisu Saja Seperti Patung Kita bisu saja seperti patung melihat tragedi sekarang Kita tak bisa percayai diri kita sendiri — dari sekian makna Mak…

Puisi: Aku Ingin Sendiri Lagi (Karya Rusli Marzuki Saria)

Aku Ingin Sendiri Lagi aku ingin sendiri lagi menyimak angin menyimak layang-layang tengah hari kukemas padang-padang luas terbentang ku berkemas ket…

Puisi: Pohon Jiwa (Karya Zainal Arifin Thoha)

Pohon Jiwa Tiada hanya siang, malam inipun daun-daun Tasbihku berguguran, ngelumpruk berserakan Di pertamanan. Kota makin ramai, para kelelahan Para …

Puisi: Negeri Kita, Kekasih Kita (Karya Iyut Fitra)

Negeri Kita, Kekasih Kita (Ke kubangan, ke kubangan jua bangau-bangau itu pulang. bercerita matahari atau kisah tak sudah-sudah) Jika kabut…

Puisi: Biarkan Kesedihan Itu (Karya Iyut Fitra)

Biarkan Kesedihan Itu Biarkan kesedihan itu saja, kekasih yang menghamparkan kelam perjalanan sebab cinta tak cukup sempat membuatku dewasa …

Puisi: Yang Maharahman (Karya Djamil Suherman)

Yang Maharahman (Ar-Rahman, 1-23) Yang maharahman telah mengajarkan Qur'an menitahkan insan menjelaskan perkataan beredar matahari bulan dengan a…

Puisi: Korsel (Karya Beni R. Budiman)

Korsel Bumi seperti tinggal sebesar Korsel Berputar di sebuah pesta pasar malam Bergelombang di tengah tanah lapang Dan kaki lima melingkar…
© Sepenuhnya. All rights reserved.