Postingan

Puisi: Tanah Lelakiku (Karya Oka Rusmini)

Tanah Lelakiku tanahku, tanah barumu setiap garis mengandung darah dan benih luka yang kubangun untukmu mungkin bunga-bunga yang kautanam tak kaupaha…

Puisi: Telur Chicago (Karya Nirwan Dewanto)

Telur Chicago ( kepada Anish Kapoor ) Telur adalah nama yang keliru Bagi bentuk yang lebih menyerupai Buli…

Puisi: Ayat-Ayat Ciwalini (Karya Soni Farid Maulana)

Ayat-Ayat Ciwalini (1) Sejuk udara pegunungan meresap ke dalam tubuhku; hijau pohon teh adalah huruf alam menyimpan sejuta makna saat kau dan aku sal…

Puisi: Madah Merah (Karya Nirwan Dewanto)

Madah Merah Terlalu dekat kau ke lumbung padi sehingga rambutmu tak kilau lagi. Terlalu pagi mungkin kauminta aku mengunggah sembilu ke te…

Puisi: Untukmu (Karya Ita Fatia)

Untukmu Pada tangis buncahmu, kasih ibu memelukmu Pada kisah manjamu, halus tangan ibu mengusapmu Pada semua pintamu, jerih payah ayah mendampingimu …

Puisi: Bara Pengancai (Karya Astri Wijaya Fitria)

Bara Pengancai Gelap malam larut dalam bisu Menggumpal halimun benci Mata beradu kelam Membakar habis ciut nyali Mengelabu lolongan dusta Mengguncang…

Puisi: Nisan yang Terawat (Karya Riyanto)

Nisan yang Terawat Nisan yang lusuh Lama tak terjamah Terukir sebuah nama beliau Terlintas memori masa lalu Perlahan kuusap bersih Kuukir tinta emas …

Puisi: Tuntutan (Karya D. Zawawi Imron)

Tuntutan aku pernah percaya pada batu maka kuasah tandukku laut bersenggak jauh di sana mempertahankan warna birunya bukan aku memilih teman tapi pra…

Puisi: Aku Cari (Karya Slamet Sukirnanto)

Aku Cari Betapa Aku cari Rumput-rumput hijau Kepak burung Mengejar surya Di atas bukit ini! Menguak sepi demi sepi Di sela semak kering Yang tandus d…
© Sepenuhnya. All rights reserved.