Puisi: Lanskap Sungai (Karya Hijaz Yamani) Lanskap Sungai (1) – (bagi hari jadi kotaku ke-457) Kususuri lagi sekarang alur sungaimu sungaiku coklat susu (Kata kau kehidupan mulai di sini) meng…
Puisi: Ditemani Hujan (Karya Ferlisa Triandaru Ifrana) Ditemani Hujan Hujan di jalan pulang Bersanding dengan petir Gemuruhnya petir bersuara lantang Kilatnya petir jatuh bersama air Menakutkan bagi yang …
Puisi: Kota Tua (Karya Jang Sukmanbrata) Kota Tua Kota tua banyak berjendelanya, memandang garis rumah, trotoar dimataku menjelma wanita terlunta, dinding kusam - retakannya tak berdaya, lam…
Puisi: Ketika Cangkul Petani Terayun (Karya Gunoto Saparie) Ketika Cangkul Petani Terayun masih terlalu pagi, tuan ketika cangkul petani terayun tubuh legam basah keringat tanah hitam subur juga liat ketika m…
Puisi: Kudiamkan Diam-Diammu (Karya H.S. Djurtatap) Kudiamkan Diam-Diammu kukatakan aku senang padamu kau hanya diam kukatakan aku sayang padamu kau juga diam kukatakan …
Puisi: Keheningan Menghirup Perlahan (Karya Abdul Latiff Mohidin) Keheningan Menghirup Perlahan keheningan menghirup perlahan pasir-pasir halus antara kerikil menghirup kabus menghirup angin di sepanjang jalan pesis…
Puisi: Di Utara Negeri Ini (Karya Shinta Miranda) Di Utara Negeri Ini : Den Helder Angin laut kencang hujan datang sebentaran Kugenggam payung dan ia terbang melayang Jatuh menyapa jalanan di sore ya…
Puisi: Misalnya Kau Hawa (Karya Gunoto Saparie) Misalnya Kau Hawa tak sengaja kusebut namamu saat kita bersua di sebuah taman namun apel tak mengenyangkanku dosa bisa merampas kebahagiaan misalnya …
Puisi: Nenek Moyang (Karya Susy Ayu) Nenek Moyang berawal dari kera yang bisa berjalan tegak tangannya jadi menganggur mulai menggengam tongkat dan batu membuat Darwin sok tahu 21 Oktobe…