Postingan

Puisi: Ada yang Tertembak di Halaman Kita (Karya Aslan Abidin)

Ada yang Tertembak di Halaman Kita suara tembakan di televisi mengguntur hingga ke jendela. tetapi terlambat, selalu saja kita terlambat menutupnya. …

Puisi: Dongeng Perempuan Bergaun Kuning di Bawah Pohon Beringin (Karya Husnul Khuluqi)

Dongeng Perempuan Bergaun Kuning Di Bawah Pohon Beringin di bawah rerindang pohon beringin engkau sering berdiri menghitung kelepak hari bersa…

Puisi: Sehabis Mogok (Karya Wowok Hesti Prabowo)

Sehabis Mogok hujan mulai turun. hari sudah sore ketika kita memutuskan untuk pulang. semangkuk indomi masih panas dan kau milih kopi untuk menemani …

Puisi: Minus (Karya Kamilia Salsabila)

Minus Mengeja huruf di papan tulis pun aku kesulitan Apalagi mengenali sosok yang menyapa di seberang Tak ayal, kacamata bertengger menjadi kewajiban…

Puisi: Memang, Seperti Katamu (Karya Aslan Abidin)

Memang, Seperti Katamu memang pertemuan itu sepele saja. seperti dusta yang tak terencana, atau suara tawa yang iseng. seperti katamu. tapi mengapa t…

Puisi: Interlude (Karya Widodo Arumdono)

Interlude rindu terancam bulan lebam sesiapa menikamnya lalu siul burung ninggalkan jejak : masa depan sepi. Jakarta, 1999 Sumber: Tabloid Kamu (Dese…

Puisi: Laut Mabuk (Karya Wowok Hesti Prabowo)

Laut Mabuk masjid itu sendiri berdiri, seperti tugu mandangi batangan ombak mengoyak magma mabuk dan tangis mengandung topan tungkuku belum usai mena…

Puisi: Karawaci, Di Hari yang Fitri (Karya Husnul Khuluqi)

Karawaci, Di Hari yang Fitri kita seperti kehilangan alamat pulang selalu kembali di jalan ini bahkan setelah khutbah usai kita bergegas menuntun tub…

Puisi: Sajak untuk Sebuah Jalan (Karya Aslan Abidin)

Sajak untuk Sebuah Jalan akan ada saatnya, kami turun ke jalan. menorehkan luka di tembok-tembok, menjeritkan ketakutan-ketakutan ke langit, atau mun…
© Sepenuhnya. All rights reserved.