Postingan

Puisi: Kembang Kertas (Karya A.A. Navis)

Kembang Kertas Kembang kertas dalam jambangan atas meja pualam ini akan selalu segar tanpa siraman bagai akan abadi. Tak perlu kupu pengisap sari tak…

Puisi: Kopi Bangka (Karya Ummi Sulis)

Kopi Bangka Robusta, Arabika Apa pun jenisnya  Tetap kopi Bangka Tempat tanam dan produksi Bangka Seperti kopi Lampung, Kopi Pagaralam, Kopi Aceh, da…

Puisi: Terbuang-buang (Karya A.A. Navis)

Terbuang-buang Menyusuri jalan hidup ini yang gantung bergantung dengan siapa tiada yang lebih disebalkan jika nanti menanti yang tak pasti tanpa key…

Puisi: Dialog Burung dan Bunga pada Musim Semi (Karya Melki Deni)

Dialog Burung dan Bunga pada Musim Semi Di pintu Stasiun Ópera sekelompok burung berkerumun, mencari kalau-kalau ada orang yang menjatuhkan makanan. …

Puisi: Patuhlah pada Ayah dan Ibu (Karya Muhammad Lutfi)

Patuhlah pada Ayah dan Ibu Kalau mendengar perintah ayah dan ibu Segera berlari jangan menunggu Berbakti pada kaki ayah ibumu Agar surga selalu bersa…

Puisi: Gerimis atas Bunga (Karya Jang Sukmanbrata)

Gerimis atas Bunga riakan kolam titik air di bunga  berumah tanah musim gerimis  bunga citra lestari tidur di bumi  sehelai gugur setangkai mawar kuy…

Puisi: Jangan Berhenti Dicinta! (Karya Jang Sukmanbrata)

Jangan Berhenti Dicinta! Jangan berhenti dicinta! Kalian saudaraku satu keturunan utusan Tuhan jangan kau ributkan perbedaan agama, cara beribadah, i…

Puisi: Aku Ingin Mencuri (Karya A. Munandar)

Aku Ingin Mencuri Aku ingin mencuri keabadian waktu Mungkin membeli -- menukar -- dengan masa lalu. 2020 Analisis Puisi : Puisi &qu…

Puisi: Karena Kita Bukanlah Takdir (Karya A. Munandar)

Karena Kita Bukanlah Takdir Pernah kita meranjangi masalah, mengajak dansa setiap hinaan, bertindak terlalu jauh, hingga mencoba memerintah kuasa…
© Sepenuhnya. All rights reserved.