Puisi Ali Syamsudin Arsi

Puisi: Kalimantan, Biarkan Kami yang Bicara (Karya Ali Syamsudin Arsi)

Kalimantan, Biarkan Kami yang Bicara berharap yang lain bicara, tak ada suara orang lain di luar sana telah bicara dengan lapisan hutan daun rindang …

Puisi: Sungai di Kalimantan (Karya Ali Syamsudin Arsi)

Sungai di Kalimantan wahai sungai, mengalirlah sebagaimana kalian mengalir sejak lama seperti yang aku pahami dalam kekinian dan pengertianku sendiri…

Puisi: Menyimak Gerak Udara (Karya Ali Syamsudin Arsi)

Menyimak Gerak Udara -sebagai korban, engkau kembali selintas udara lepas bertaburan kata-kata udara semakin terbuka karenanya adakah rindu atas semu…

Puisi: Orang-Orang Tambilahan (Karya Ali Syamsudin Arsi)

Orang-Orang Tambilahan (tentu saja kita boleh bermimpi) redup bola matamu, kita tentu saja bukan menjarah saudara sendiri turun kakiku dari anak tang…

Puisi: Kereta Panjang Kalimantan (Karya Ali Syamsudin Arsi)

Kereta Panjang Kalimantan Bunyi kereta itu mulai terdengar, datang dari tempat yang jauh, jauh sekali, bahkan senyap di gumpalan embun; kita nikmati …

Puisi: Patah Tangkai Bulir Padi (Karya Ali Syamsudin Arsi)

Patah Tangkai Bulir Padi seharusnya kita tidak pernah melepaskan tentang apa yang telah lama sekepak burung di telapak tangan ada di dalam catatan se…

Puisi: Hutan Kalimantan (Karya Ali Syamsudin Arsi)

Hutan Kalimantan anak-anak riang ceria di arena sebuah lomba kita sekarang menggambar kembali: hutan kita yang hilang Banjarbaru, 14 Juli 2013 Sumber…

Puisi: Tafsir Rindu (Karya Ali Syamsudin Arsi)

Tafsir Rindu Mendamai hati dalam gaduh-gemuruh; darah untuk Yahya, sembahyang terakhir dan ngilu tubuh batang pohon, gergaji perih tubuh Zakari…

Puisi: Pulau Patah Gelombang (Karya Ali Syamsudin Arsi)

Pulau Patah Gelombang di setiap sudut pulau; engkau merisaukan desing peluru, lantas pada gerak gelombang kiriman hendak kesekian adakah yang berani …
© Sepenuhnya. All rights reserved.