Puisi Ariffin Noor Hasby

Puisi: Antara Gelap dan Terang Manusia (Karya Ariffin Noor Hasby)

Antara Gelap dan Terang Manusia antara gelap dan terang manusia aku berjalan ke dalam hati mencari cinta sebelum tangis mencari langit sebelum ombak …

Puisi: Sungai-Sungai Mengalir (Karya Ariffin Noor Hasby)

Sungai-Sungai Mengalir Sungai-sungai mengalir ke udara aku saksikan dalam diriku membawa dzikir perahu sampai ke seberang waktu aku mendengar lagi su…

Puisi: Kasidah Perjalanan (Karya Ariffin Noor Hasby)

Kasidah Perjalanan Berjalan di trotoar kota-kota aku melihat dalam langkahmu kasidah waktu mengantarkan gerak ke dalam hati menempuh keyakinan dalam …

Puisi: Air Wudhu Sebuah Kota (Karya Ariffin Noor Hasby)

Air Wudhu Sebuah Kota Kukirim air wudhu untuk sebuah kota yang kau baringkan di depan masjid tua tapi aku tak tahu cukupkan ia untuk membersihkan hat…

Puisi: Aku Menyimpan Laut (Karya Ariffin Noor Hasby)

Aku Menyimpan Laut Aku menyimpan laut dalam mulutku Tapi angin terus mendesai di kepalaku Dan esok ketika kau Berdiri di pantai itu Lihatlah, dunia t…

Puisi: Tanah tak Bermusim (Karya Ariffin Noor Hasby)

Tanah tak Bermusim Di tanah tak bermusim itu pabrik-pabrik mengucapkan gelisah hutan yang bertahun menyesatkan muara sungai sampai kudapat kabar tent…

Puisi: Tanggal Merah Meratus (Karya Ariffin Noor Hasby)

Tanggal Merah Meratus Sehari dalam kalender meratus tandailah tanggal merah untuk mencari jazirah sungai yang penuh misteri dimana kau pernah mengben…

Puisi: Sihir Perjalanan (Karya Ariffin Noor Hasby)

Sihir Perjalanan di perjalanan musim yang panjang kota-kota telah mabuk suara dimuntahkannya impian-impianmu yang kabur pada tanah leluhur yang tak l…

Puisi: Pada Sebuah Taman (Karya Ariffin Noor Hasby)

Pada Sebuah Taman Pada sebuah taman kulihat gadis-gadis sebaya bercakap tentang cinta, masa depan dan kerja. Bunga-bunga yang mendengarnya membaca na…

Puisi: Nyanyian Kecil (Karya Ariffin Noor Hasby)

Nyanyian Kecil menggenapkan hari-hari rindu, o, laut seperti gelombang aku di sini menghempas kenangan demi kenangan di muara mimpi kudapatkan sisa t…

Puisi: Ekstase Kota (Karya Ariffin Noor Hasby)

Ekstase Kota menerjemahkan mabuk kota dalam igauan manusia huruf-huruf jiwa menyala di belantara jalan jejak-jejak suara menirukan gerak fikiran bara…

Puisi: Kesaksian (Karya Ariffin Noor Hasby)

Kesaksian kesaksianku atas kota ini adalah kesaksian yang berpuluh tahun menyimpan luka kemiskinan. Berat dan ringan impian selalu jadi pertimbangan …

Puisi: Sumur Jiwa (Karya Ariffin Noor Hasby)

Sumur Jiwa kuturuni sumur jiwaku sedalam-dalam keyakinan. Kucari makna kedalamannya di kebeningan sinar nurani yang memancarkan rahasia suara. O, per…
© Sepenuhnya. All rights reserved.