Puisi Hidar Amaruddin

Puisi: Patung Jalanan (Karya Hidar Amaruddin)

Patung Jalanan Terik kehidupan memeluk seorang gadis yang sedang berjalan Bukan sekadar pelukan, panas kenikmatan. Koran, Koran Teriaknya sendu, meng…

Puisi: Untuk Apa, Nak? (Karya Hidar Amaruddin)

Untuk Apa, Nak? Untuk apa, Nak? Jika kau lapar ada sebongkah nasi yang takkan habis kau lahap. Untuk apa, Nak? Jika kau letih mengeluh Ada ibu selalu…

Puisi: Ibu Sahabatku (Karya Hidar Amaruddin)

Ibu Sahabatku Ketika aku terlahir menjerit kesepian, pada dunia yang baru aku kenal, kau alirkan air putih yang mampu, menghangatkan. Saat tubuhku mu…

Puisi: Pelajaran Menggambar (Karya Hidar Amaruddin)

Pelajaran Menggambar Kertas putih siap untuk dilukis Pensil warna siap untuk melukis Tanganku gemetar bingung menggambar Pemandangan ataukah kenangan…

Puisi: Teman (Karya Hidar Amaruddin)

Teman Setiap orang pasti pernah terjatuh Merasa kesakitan berhambur peluh Ingin menangis tapi takut ditertawakan Untungnya aku masih punya teman yang…

Puisi: Malaikat tanpa Nama (Karya Hidar Amaruddin)

Malaikat tanpa Nama untuk guru-guruku Langkahmu tegas mencerahkan kau buang segala kegelapan yang menyelimuti ruang-ruang hati kecil kami. Nafasmu te…
© Sepenuhnya. All rights reserved.