Puisi: Begitu Jauh Pegunungan (Karya Jang Sukmanbrata) Begitu Jauh Pegunungan, Daratan di Mata Kaki begitu jauh kutempuh pegunungan lembah curam kaliandra, dataran yang punah genggaman para tuan tanah, da…
Puisi: Sangatlah Sayang Tanah Air (Karya Jang Sukmanbrata) Sangatlah Sayang Tanah Air Sangatlah megah musim mangga di pancaroba negeri tropika, panas - sejuk - hangat saling mendekap, hamil dalam keagungan se…
Puisi: Adakah Mentari di Kulit Manis (Karya Jang Sukmanbrata) Adakah Mentari di Kulit Manis masih adakah cinta di gelombang hidupmu, laut pasang di tengah malam, cakrawala bergetar melihat senyuman, hitam matamu…
Puisi: Kemerdekaan Puisi (Karya Jang Sukmanbrata) Kemerdekaan Puisi jok kursi kereta, bayang tubuh wanita, tergolek indah, waktu lomba berkurang di mataku - kau terus terbang duduk disertai kedata…
Puisi: Jangan Berhenti Dicinta! (Karya Jang Sukmanbrata) Jangan Berhenti Dicinta! Jangan berhenti dicinta! Kalian saudaraku satu keturunan utusan Tuhan jangan kau ributkan perbedaan agama, cara beribadah, i…
Puisi: Gerimis atas Bunga (Karya Jang Sukmanbrata) Gerimis atas Bunga riakan kolam titik air di bunga berumah tanah musim gerimis bunga citra lestari tidur di bumi sehelai gugur setangkai mawar kuy…
Puisi: Kota Tua (Karya Jang Sukmanbrata) Kota Tua Kota tua banyak berjendelanya, memandang garis rumah, trotoar dimataku menjelma wanita terlunta, dinding kusam - retakannya tak berdaya, lam…
Puisi: Hidup Bersama Si Hitam Manis (Karya Jang Sukmanbrata) Hidup Bersama Si Hitam Manis aku suka si hitam manis berpuluh tahun kuminum bagai kopi, cinta kasihnya mahar indah tradisionil bayanganmu adalah bulu…