Puisi Soni Farid Maulana

Puisi: Ayat-Ayat Pamijahan (Karya Soni Farid Maulana)

Ayat-Ayat Pamijahan (1) Syeh Abdul Muhyi menyebarkan agama Allah tanpa lelah. Jejaknya kini diziarahi banyak orang: yang mencari ilmu dan berkah bagi…

Puisi: Ayat-Ayat Galunggung (Karya Soni Farid Maulana)

Ayat-Ayat Galunggung /1/ Kilau batu mulia selalu bercahaya walau dibilas lumpur sehitam apa pun itu. /2/ Kata-kata setajam pisau sangat ditakuti oleh…

Puisi: Kau (Karya Soni Farid Maulana)

Kau angsana dan gandasoli yang kau tanam di pekarangan hatiku tumbuh sudah dengan daun-daunnya yang lebat. kau bilang, jika kedua tanaman itu tumbuh …

Puisi: Prosa Cinta (Karya Soni Farid Maulana)

Prosa Cinta ( 1 ) – Nina Dianawati Aku mendengarkan percakapan burung-burung Di dahan hatimu. Embun yang bening dalam sebuah pagi Mengabarkan dunia y…

Puisi: Di Ruangan Museum (Karya Soni Farid Maulana)

Di Ruangan Museum Biarlah patung-patung itu mengekalkan sunyi Aku ulangi:  – jangan kauusik dengan jerit Ataupun dengan erangan Setelah kautahu apa m…

Puisi: Suara Terompet Akhir Tahun (Karya Soni Farid Maulana)

Suara Terompet Akhir Tahun di ujung malam sedingin es dalam kulkas; apa yang kau harap dari suara terompet akhir tahun? fajar yang menyingsing tanpa …

Puisi: Nyanyian Gerimis (Karya Soni Farida Maulana)

Nyanyian Gerimis Telah kutulis jejak hujan Pada rambut dan kulitmu yang basah. Kuntum Demi kuntum kesepian yang mekar seluas kalbu Dipetik hangat per…

Puisi: Tembang (Karya Soni Farid Maulana)

Tembang Kau yang hidup dalam ingatanku adalah tembang yang tak pernah selesai dilantunkan angin sepanjang waktu Kau yang memberi arah dalam hidupku a…

Puisi: Tangis Bayi (Karya Soni Farid Maulana)

Tangis Bayi Mendengar tangis bayi Minta mimi dan popok diganti; Aku belajar kembali — akan awal hidupku Di bumi. Di situ lembar demi lembar Kitab kas…

Puisi: Ayat-Ayat Cipatujah (Karya Soni Farid Maulana)

Ayat-Ayat Cipatujah (1) Di sini ombak senantiasa berdebur ke pantai dan pesisir. Angin senantiasa berhembus menghapus udara panas di tubuhku (2) Siap…

Puisi: Daun (Karya Soni Farid Maulana)

Daun siapa yang tak hanyut oleh guguran daun: ketika angin mempermainkannya di udara terbuka ketika lembar demi lembar cahaya matahari menyentuh miri…

Puisi: Bir Ali (Karya Soni Farid Maulana)

Bir Ali Sejak pakaian ihram dikenakan dan niat diucapkan: talbiyah menggema mengguncang ruang dalam. Air mataku meleleh perlahan. "Tuhanku, ini …

Puisi: Pastoral (Karya Soni Farid Maulana)

Pastoral di tengah perjalanan antara rumahku dan tanah kubur Ia menyapaku. "Semoga api dan gigitan tujuh ular berbisa: tak bersarang di tubuhmu,…

Puisi: Hujan Pagi (Karya Soni Farid Maulana)

Hujan Pagi Kabut turun sepanjang pandang dan hujan belum juga reda. Di depan jalan menikung ke arah kiri; pepohonan hijau daun tampak mengabur. Petir…

Puisi: Prosa Kematian Bahasa (Karya Soni Farid Maulana)

Prosa Kematian Bahasa — untuk Rendra Ke mana harus menyingkir Dari kepungan ketakutan demi ketakutan Yang kerap mengincar diriku? Di kegelapan, darah…

Puisi: Tamasya (Karya Soni Farid Maulana)

Tamasya - untuk Rendra di pantai laut merah di tepi kota Jeddah tak kutemukan jejak musa selain deretan cafe dan wajah para pelancong yang lelah yang…
© Sepenuhnya. All rights reserved.