Puisi Soni Farid Maulana

Puisi: Dibangunkan Hujan (Karya Soni Farid Maulana)

Dibangunkan Hujan Malam belum larut benar Tidurku dibangunkan hujan. Ruang tengah Yang bocor juga ruang tamu, malam itu Tampak menjamu hujan. Dan huj…

Puisi: Panorama Alam Benda (Karya Soni Farid Maulana)

Panorama Alam Benda Aku biarkan pikiran warasku mengembara di atas papan catur . Aku beri bentuk kehidupan pada bidak putih dan hitam. Keduanya berge…

Puisi: Hutan (Karya Soni Farid Maulana)

Hutan Mendengar suara hutan yang sarat embun pagi Mendengar suara sunyi yang merayap Dari tangkai ke tangkai pohonan; mendengar Suara embun yang jatu…

Puisi: Metafora (Karya Soni Farid Maulana)

Metafora Kekasihku tubuhmu serupa sungai mengalirkan jiwaku ke hilir. Ke laut luas kehidupan. Ke tepi pantai tak terduga. Di sisiku, kau serupa lagu …

Puisi: Narasi di Bawah Hujan (Karya Soni Farid Maulana)

Narasi di Bawah Hujan hujan, curahkan berkahmu yang hijau pada lembah hatiku. puaskan dahaga tumbuhan, hingga jiwaku terasa segar membajak kehidupan.…

Puisi: Amsal Tanah Kubur (Karya Soni Farid Maulana)

Amsal Tanah Kubur Penyair! Matahari berkobar Menerangi seribu burung yang terbang Dari pohon benakku. Setelah batu-batu mengekalkan cinta Mampu memec…

Puisi: Kista Endometriosis (Karya Soni Farid Maulana)

Kista Endometriosis (1) pohon-pohon berasap tiga ekor burung menggigil dalam kabut lalu gaung timba di sumur tua mengoyak ketenangan air di kedalaman…

Puisi: Interogasi (Karya Soni Farid Maulana)

Interogasi (1) Pesakitan, berapa umurmu? Kau habiskan untuk apa saja; nafas Yang Aku berikan padamu? Pada kedua matamu Aku temukan bayang-bayang kela…

Puisi: Cerek (Karya Soni Farid Maulana)

Cerek Ketika air bergolak, cerek itu berbunyi. Api yang berkobar di bawahnya tiada henti meminta kepadaMu Yang Maha Pemurah agar memanaskan air dalam…

Puisi: Kiriman Matahari (Karya Soni Farid Maulana)

Kiriman Matahari — Heni Heryani Seekor burung menyelam kolam batinku Meninggalkan alamat dan surat dititipkan pada ikan-ikan: Hari pun jadi segar, ka…

Puisi: Sore yang Lain (Karya Soni Farid Maulana)

Sore yang Lain Sore itu angin mengetuk kaca jendela rumahku. Dan aku saat itu tengah membaca sejumlah surat yang kau kirim lewat tengah malam. "…

Puisi: Samar (Karya Soni Farid Maulana)

Samar Aku mencium wangi melati di kamar ini, entah dari mana sumbernya. Sungguh aku menciumnya seperti rangkaian kembang di atas kerandamu; ketika ka…

Puisi: Ombak Padi (Karya Soni Farid Maulana)

Ombak Padi Sejak traktor dan buldozer Mengejar pesawahan hingga ke dasar mimpi Sejak ombak padi yang hijau lenyap dalam ingatan Tak ada lagi yang bis…

Puisi: Percakapan (Karya Soni Farid Maulana)

Percakapan Likat lumpur tubuh perempuan Adalah kesepian yang tiada henti dibentuk Sang pematung menurut citranya sendiri Ditatap dan dibetulkan letak…

Puisi: Tancap Kayon (Karya Soni Farid Maulana)

Tancap Kayon Malam tanpa bintang Mengeraskan bau kayu cendana Terbakar oleh api batinku Pada kelir ruhani Berkelebatan wajah-wajah yang getir Lihatla…

Puisi: Au Revoir (Karya Soni Farid Maulana)

Au Revoir Angin mengalir Lewat kisi jendela Membaringkan dingin yang letih Di tubuhku. Lalu bau vicks. Hangat tangan dara Bibir padat merekah – menge…
© Sepenuhnya. All rights reserved.