Puisi: Bunga yang Tumbuh dalam Darah (Karya Dorothea Rosa Herliany) Bunga yang Tumbuh dalam Darah Bunga yang tumbuh dalam darah, adalah keringat yang kita tanam bertahun-tahun, …
Puisi: Karangan Bunga (Karya Taufiq Ismail) Karangan Bunga Tiga anak kecil Dalam langkah malu-malu Datang ke Salemba Sore itu Ini dari kami bertiga Pita hitam pada karangan…
Puisi: Lukisan Bunga (Karya Dorothea Rosa Herliany) Lukisan Bunga Melintasi abad-abad yang terbakar matahari, bunga- bunga telah kembali menguncup. dalam hujan y…
Puisi: Kota Tanpa Bunga (Karya Bambang Widiatmoko) Kota Tanpa Bunga : Wan Anwar Ketemu kota tanpa bunga Apalagi kata-kata, telah dipatuk burung gereja Hanya deretan pohon asam t…
Puisi: Dilarang Memetik Bunga (Karya Mahatmanto) Dilarang Memetik Bunga Aku menaruh cemburu kepada tiap orang lalu kalau dipetiknya sekuntum mawar yang merah mengharum. Kutulis di atas papan sederha…
Puisi: Kemuning (Karya L.K. Ara) Kemuning Sebagai tanaman hias sebagai pagar hidup diriku memang indah dan juga murah. Aku dapat berbunga lebat jika udara dingin dan hujan turun d…
Puisi: Bunga Batu (Karya Slamet Sukirnanto) Bunga Batu Ingin sekeras batu-batu Ingin selembut bunga-bunga Tuhan cari dalam batu-batu Tuhan cari dalam bunga-bunga Hidup ini hamil ju…
Puisi: Bunga (Karya Hartojo Andangdjaja) Bunga Kurasa sunyi yang selalu bekerja menggerakkan tangan-tangan semesta membangun istana teramat anggun di ujung tangkai di belukar daun Musim memb…
Puisi: Bungaku Bersemi (Karya Ach. Makmun Baqir) Bungaku Bersemi Bunga kini bersemi Setelah sewindu terkurung di lembah sunyi. Dedaunan yang berguguran Reranting yang dahulu kering Kini telah biru k…
Puisi: Pohon Bungur (Karya Joko Pinurbo) Pohon Bungur : Anno 1968-1973 Pohon bungur di puncak bukit dalam naungan senja. Bunga-bunganya bercece…
Puisi: Seekor Ulat (Karya Sapardi Djoko Damono) Seekor Ulat Seekor ulat akhirnya mencapai sekuntum bunga lalu berhenti di sana. Ia telah memakan beberapa lembar daun muda di ranting itu, dan ki…
Puisi: Catatan yang Tertinggal (Karya Diah Hadaning) Catatan yang Tertinggal (1) Menghitung langkah ke langkah memasuki ruang dan waktu menata jejak ke jejak menjadi peta perjalanan umur tak …
Puisi: Setelah Huru-hara, Bunga Itu Cintaku (Karya Dimas Arika Mihardja) Setelah Huru-hara, Bunga Itu Cintaku Setelah huru-hara, bunga itu cintaku tetap menebarkan wangi-nya. Kita h…
Puisi: Bunga-Bunga di Halaman (Karya Sapardi Djoko Damono) Bunga-Bunga di Halaman mawar dan bunga rumput di halaman: gadis yang kecil (dunia kecil, jari begitu kecil) menudingnya mengapakah perempu…