Puisi: Hotel (Karya Chairul Harun) Hotel (1) Adakah bidadari kiraikan lembut sayapnya dari celah-celah pilar sinar memagar kota? Mengajak kita terjuni jurang ternganga curam Gamit kita…
Puisi: Arsitektur Hotel (Karya Afrizal Malna) Arsitektur Hotel Versi Abad yang Berlari (1984) Hotel sepi. Hotel mati. Seekor burung dari kamar ke kamar, menyileti cermin. Dan batu-batu mem…
Puisi: Hotel Arum, Banjarmasin (Karya Gunoto Saparie) Hotel Arum, Banjarmasin siapakah, tuan berbisik di luar jendela? malaikatku atau desah aliran barito? siapakah, tuan melintas di luar …
Puisi: Selamat Pagi, Bali (Karya Aspar Paturusi) Selamat Pagi, Bali Di balik hotel megah Bali tetap merawat sawah Pagi yang hening menanti padi menguning Dedaunan melambai gemulai menyapa hati yang …
Puisi: Hotel Siantar (Karya Damiri Mahmud) Hotel Siantar antar aku ke siantar sumatera sebuah gedung tua arsitektur olanda kaku namun teduh dan kukuh pilar-pilarnya membentang di hadapan kita …
Puisi: Hotel (Karya Subagio Sastrowardoyo) Hotel (1) Kita bisa berhenti dan pesan satu kamar Kita ingin lupa kita sudah tua dan punya anak lima orang Dinding di sini cukup …
Puisi: Hotel Sanur (Karya Abdul Hadi WM) Hotel Sanur Sekarang, kitapun kembali di lobbi Kau dan aku. Bercakap-cakap sesudah matahari Angin yang ditiup bulan, Adalah ombak Rombongan buih yang…
Puisi: Y (Karya Abdul Hadi WM) Y Kita tidak akan bisa tidur kalau tinggal di hotel itu Namun kita akan menuju ke kota itu dan menginap Di hotel yang demikian Pelayannya suka mengom…
Puisi: Hotel (Karya Ook Nugroho) Hotel Dengan 50 dolar semalam (Sudah termasuk Pajak dan sarapan) Kita dapatkan akhirnya Surga kecil ini Tapi sebelum mulai Tanggalkan dulu seragam Bu…
Puisi: Di Hotel Sriwijaya, Teluk Betung, Lampung (Karya Wayan Jengki Sunarta) Di Hotel Sriwijaya, Teluk Betung, Lampung /1/ Untuk: M. Arman AZ serupa apa haru yang tiba-tiba gagu ketika berjumpa masa lalu di ho…
Puisi: Hotel Rama, Yogyakarta (Karya Wayan Jengki Sunarta) Hotel Rama, Yogyakarta dua ruh diperam samun malam di kejauhan deru sepur pada ranjang terkapar gairahmu pada jernih pagi aku be…
Puisi: Musik Lantai 16 (Karya Afrizal Malna) Musik Lantai 16 Aku memasuki tubuhmu dan kini aku berada di luar dirimu. Masih ingatkah denyut jantung di sebuah sofa? Karpet merah yang menghis…