Postingan

Puisi: Menjelma Puisi (Karya Ehfrem Vyzty)

Menjelma Puisi Telah berpulang dengan tenang jam sekian mawar merah hari kemarin, Durinya masih jelas sekali tertancap di nadi Bukan kepalang, sesakn…

Puisi: Dunia Baru (Karya Bahrum Rangkuti)

Dunia Baru Dalam kamar Basyir kulihat penuh gambar warna-warni. Merah, kuning dan hijau bersihantam. Muda-mudi menari kelojotan. …

Puisi: Lebaran di Tengah-Tengah Gelandangan (Karya Bahrum Rangkuti)

Lebaran di Tengah-Tengah Gelandangan Di pinggir empang Pondok Cabe antara bukit-bukit bambu dan pohon cemara mulai menguntum apa y…

Puisi: Nunukan (Karya Bahrum Rangkuti)

Nunukan Sungai bercabang bertemu Di muara ditimpa alun menyental Teluk timbunan kapal Dari segala penjuru Di kiri tanah en…

Puisi: Hajir (Karya Bahrum Rangkuti)

Hajir Bagai kau dulu ribuan tahun lalu berlari-lari kecil Antara Safa dan Marwah? Nafasku tertahan-tahan Kau mencari-cari sera…

Puisi: Mina (Karya Bahrum Rangkuti)

Mina Namamu hakiki 'Mina' pelambang Hasrat insan dalam perjalanan Kemakrifat ilahi. Sayang Tak banyak orang tahu meski…

Puisi: Insaf (Karya Bahrum Rangkuti)

Insaf Kita bersama dari pulau ke pulau melayari lautan hijau di bawah langit kemilau mengembara dari dunia ke dunia dari suf…

Puisi: Sembahyang di Taman HI (Karya Bahrum Rangkuti)

Sembahyang di Taman HI Wanita, kau berkudung putih dalam taman idul fitri, sujud, duduk dan berdiri tegak berkali-kali, di bawah t…

Puisi: Anak-anakku (Karya Bahrum Rangkuti)

Anak-anakku Hari menanjak siang. Malam berangsur hilang dari permukaan bumi Kelian tumbuh dan besar dalam sentuhan suci dan ci…
© Sepenuhnya. All rights reserved.