Postingan

Puisi: Hujan, Kita Tak Bisa Bermain di Halaman (Karya Wisnu Handoko)

Hujan, Kita Tak Bisa Bermain di Halaman "Yahhh...!" mereka memekik saat rintik pelan hujani tanah. Perosotan basah, jungkat-jungkit basah, …

Puisi: Hujanku Hilang (Karya Wuri Handayani)

Hujanku Hilang Desiran rumput terdengar sunyi Udara terhirup pengap Hijau ini telah memudar Atas banyak kepentingan Asap kendaraan Polusi beterbangan…

Puisi: Nyanyian Hujan (Karya Jusuf AN)

Nyanyian Hujan mendung yang menggantung pecah titik-titik air turun membuncah kilat menjilat-jilat air hujan menitipkan energi kesuburan gelegar peti…

Puisi: Genangan Air Mata di Negeri Makmur (Karya Okto Son)

Genangan Air Mata di Negeri Makmur Hidup di negeri timur Membiasakan diriku Akrab dengan dengan hamparan padang kering nan luas Bergulat dengan kesen…

Puisi: Apakah Suara Ini Telah Hilang? (Karya Okto Son)

Apakah Suara Ini Telah Hilang? Terdengar suara nyaring Dari gubuk tua Tempat pembebasan negeri ini Namun tak menghinggapi telinga mereka Suara itu me…

Puisi: Romansa Sebutir Rambutan (Karya Abdul Wachid B. S.)

Romansa Sebutir Rambutan saat sebutir rambutan itu kaukupas putih hati kau siap dihidangkan betapa segar ar…

Puisi: Piring yang Suntuk (Karya Mustafa Ismail)

Piring yang Suntuk Aku sudah makan, katamu, ketika kita tiba di warung itu Sungguh, itu pertanyaan tua: …

Puisi: Perpisahan di Terminal Seutuei (Karya Sulaiman Juned)

Perpisahan di Terminal Seutuei (I) Debu berterbangan membawa berita duka. (II) Terhenyak klakson …

Puisi: Segelas Air Bening (Karya Abdul Wachid B. S.)

Segelas Air Bening sebelum subuh kau selalu membangunkanku dari tidur yang menjadi obat bagi lelah lahir bati…
© Sepenuhnya. All rights reserved.