Puisi: Kepada Teman-Temanku (Karya Agit Yogi Subandi) Kepada Teman- T emanku Katamu, di sebuah malam yang usang mataku merah sekali, sebuah rumah ada di dalam mataku. tak ada hujan, katamu meneg…
Puisi: Dunia Kita, Dunia yang Terbakar Matahari (Karya Aspar Paturusi) Dunia Kita, Dunia yang Terbakar Matahari jadilah pantai yang teduh menunggu nasib berlabuh tabah menjelma dari angin pasrah sabar mengukir di awan nr…
Puisi: Bawang Merah Bawang Putih (Karya Aspar Paturusi) Bawang Merah Bawang Putih bawang merah berkata: bawang putih, sungguh aku iri padamu kau putih mulus, cantik pula bawang putih menjawab: meski merah …
Puisi: Majapahit (Karya Sanusi Pane) Majapahit Aku memandang tersenyum arah ke bawah: Bandung mewajah di dalam kabut. Jauh di sana bermimpi Gede-Pangrango, Seperti pulau dalam…
Puisi: Setelah Perjumpaan Ini (Karya Acep Syahril) Setelah Perjumpaan Ini (Bersama: Wiji Thukul & Sosiawan Leak ) Setelah perjumpaan ini aku tak tau seberapa lama lagi kau bisa mencium a…
Puisi: Dalam Kereta (Karya Abdul Wachid B. S.) Dalam Kereta Dalam kereta Yogya-Surabaya Kuhindari kelebat bayangmu di antara Kotak-kotak kaca jendela Dan badai suara bagai musik kengeri…
Puisi: Kembali (Karya Sutan Takdir Alisjahbana) Kembali Ketika beta terjaga di dini hari Melihat alam sepermai ini, Terasalah beta darah baru Gembira ber…
Puisi: Burung Waktu (Karya Idrus Tintin) Burung Waktu Burung waktu Terbang dari tempat gelap Awal penciptaan dunia Muncullah pagi pertama Tenun bersilang lintang dua belas warna …
Puisi: Tak Ada Lagi (Karya L.K. Ara) Tak Ada Lagi Tak ada lagi yang kucari di sini Kecuali merasakan sinar bulan Yang dingin oleh rindu Tak ada lagi yang kucari …