Puisi: Pesantrenku (Karya Nelis Afifatun N.) Pesantrenku Pesantren, tugasmu belum usai, Dari rahimmu lahir pencerah-pencerah negeri, Dari dirimu terpancar sinar-sinar Ilahi, Dari dirimu kemanusi…
Puisi: Santri (Karya Mamluah Latifatussofiyah) Santri Wahai guru Dirimu bagaikan malam yang dihiasi bintang Kau berikan petunjuk dengan cahaya terang dan ketentraman Dirimu Yang sederhana dalam ti…
Puisi: Wirid Menjelang Fajar (Karya Ikranagara) Wirid Menjelang Fajar Kepada malaikat di kanan Assalamu 'alaikum Kepada malaikat di kiri Assalamu 'alaikum Hening ini hening subuh menjelang …
Puisi: Moto Seorang Santri (Karya A. Muttaqin) Moto Seorang Santri Saat Bertandang ke Warung Kopi Kopi adalah kopiah yang debunya menyala menyigi malam dan mimpi. Rokok adalah ru…
Puisi: 1963 (Karya Syu’bah Asa) 1963 Apakah hidup itu Tuhan, bila kurasakan terus berulang? Di luar, tanjung-tanjung dilembur pasang Mendesau gletsyer di pantai Skotland …
Puisi: Berpedomanlah pada Cita-Cita (Karya Bung Karno) Berpedomanlah pada Cita-Cita Ya, kita hidup dalam dunia yang penuh ketakutan kehidupan manusia sekarang digerogoti dan dijadikan pahit-getir oleh ras…
Puisi: Dikantongi oleh Tuhan (Karya Bung Karno) Dikantongi oleh Tuhan Tatkala ibumu masih perawan bapak masih perjaka Lantas kita menjawab "Yah, kami waktu itu dikantongi Tuhan Dikantongi oleh…
Puisi: Malam Getsemane (Karya Gunoto Saparie) Malam Getsemane malam terus merayap di bukit zaitun dan bulan memucat di atas taman getsemane siapakah tersedu meratap dalam sunyi? siapakah mengiba …
Puisi: Kudengar Jakarta Menyanyi (Karya Yunus Mukri Adi) Kudengar Jakarta Menyanyi Kudengar Jakarta menyanyi. Dalam kereta pagi Di bawah matahari biru panci. Jakarta menyanyi dalam teater pembangunan. Gedun…